Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 JUNI 2025 • 11:30 WIB

Menilik Gejala hingga Penanganan Bintitan, Infeksi Mata yang Sering Diabaikan

Menilik Gejala hingga Penanganan Bintitan, Infeksi Mata yang Sering DiabaikanIlustrasi mata bintitan (health.clevelandclinic.org)

INDOZONE.ID – Hordeolum atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai bintitan, merupakan infeksi bakteri Staphylococcus yang menyebabkan benjolan seperti jerawat berisi nanah di tepi kelopak mata. 

Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada area yang terinfeksi.

Dikutip dari American Optometric Association, bintitan biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri. Namun dalam beberapa kasus, diperlukan perawatan medis untuk mencegah infeksi menyebar lebih luas.

Gejala dan Tanda-tanda Bintitan

Gejala bintitan meliputi:

  • Pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata.
  • Rasa sakit atau nyeri saat disentuh.
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata.
  • Produksi air mata berlebih.
  • Kelopak mata tampak berkerak.

Benjolan yang muncul terlihat seperti jerawat kecil berisi nanah di tepi kelopak, dan biasanya terasa nyeri saat ditekan.

Baca juga: Kenali Chalazion: Benjolan pada Kelopak Mata yang Sering Disangka Bintitan

Penyebab dan Faktor Risiko

Meskipun siapa saja bisa mengalami bintitan, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

  • Penggunaan lensa kontak.
  • Kebersihan mata yang buruk.
  • Penggunaan kosmetik mata yang sudah kedaluwarsa atau terkontaminasi.
  • Radang kelopak mata (blefaritis).
  • Kondisi medis sistemik seperti rosacea, dermatitis seboroik, atau diabetes.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Menilik Gejala hingga Penanganan Bintitan, Infeksi Mata yang Sering DiabaikanMata Bintitan. (Photo/Sebos)

Diagnosis bintitan dilakukan dokter mata melalui beberapa tahapan. Beberapa di antaranya:

  • Riwayat medis pasien, untuk mengevaluasi gejala dan kondisi kesehatan umum yang dapat memicu infeksi.
  • Pemeriksaan luar mata, termasuk struktur kelopak, tekstur kulit, dan kondisi bulu mata.
  • Evaluasi tepi kelopak, pangkal bulu mata, dan saluran kelenjar minyak menggunakan cahaya terang dan pembesaran.

Penanganan dan Pengobatan

Kebanyakan kasus bintitan akan membaik dengan sendirinya. Namun, dokter dapat merekomendasikan beberapa perawatan seperti:

  • Kompres hangat: Tempelkan kain hangat dan basah ke kelopak mata selama 5–10 menit beberapa kali sehari.
  • Salep atau tetes mata antibiotik yang diresepkan dan aman untuk mata.
  • Dalam beberapa kasus, suntikan antibiotik lokal atau antibiotik sistemik bisa diberikan jika infeksi tidak terlokalisir atau tidak merespons pengobatan topikal.
  • Tidak dianjurkan untuk memencet atau memecahkan bintitan.
  • Hindari penggunaan riasan mata dan lensa kontak hingga infeksi benar-benar sembuh.

Baca juga: 5 Obat Mata Bintitan dari Bahan Alami yang Terbukti Ampuh

Pencegahan Bintitan

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Jaga kebersihan kelopak mata dan bulu mata.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar mata.
  • Hapus riasan mata sebelum tidur.
  • Hindari berbagi alat rias mata.
  • Ganti kosmetik mata setiap tiga bulan.
  • Jaga kebersihan lensa kontak dan hindari pemakaian berlebihan.
  • Jika kamu memiliki blefaritis, ikuti saran dan pengobatan dari dokter secara konsisten.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter mata apabila kemerahan dan pembengkakan menyebar dari kelopak mata ke pipi atau bagian wajah lainnya. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menilik Gejala hingga Penanganan Bintitan, Infeksi Mata yang Sering Diabaikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!