Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 06 JULI 2025 • 15:25 WIB

Saat Cuaca Tidak Menentu, Virus Mengintai: Ini Tips Pencegahannya

Saat Cuaca Tidak Menentu, Virus Mengintai: Ini Tips PencegahannyaIlustrasi sakit flu akibat cuaca tidak menentu. (Pexels)

INDOZONE.ID - Perubahan iklim yang kian ekstrem, bukan hanya berdampak pada cuaca dan musim, tetapi juga turut memicu lonjakan penyakit infeksi virus. 

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan suhu global, hujan tak menentu, dan kelembapan udara yang tidak stabil, telah menciptakan kondisi ideal bagi virus untuk bertahan hidup, bermutasi, dan menyebar lebih cepat.

Dalam wawancara yang dikutip dari Hindustan Times, Konsultan Spesialis Anak dan Neonatologi dari Saifee Hospital, Mumbai, dr. Atique Ahemad, menjelaskan, perubahan pola iklim global telah memberikan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Perubahan iklim tidak hanya berhenti pada gelombang panas atau musim hujan yang datang tidak pada waktunya. Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya infeksi virus, terutama pada kelompok paling rentan seperti anak-anak dan lansia,” ungkap dr. Atique.

Baca juga: Waspada Virus Hanta! Kenali Gejala, Penyebab dan Bahayanya Bagi Manusia

Mengapa Perubahan Iklim Menyebabkan Infeksi Virus?

Dr. Atique menerangkan, kondisi cuaca ekstrem seperti peningkatan suhu, curah hujan yang tidak menentu, dan kelembapan tinggi, menciptakan lingkungan yang sangat mendukung bagi virus untuk berkembang. 

Cuaca seperti ini mengganggu pola infeksi musiman yang normal, sehingga infeksi bisa terjadi di luar waktu yang biasanya,” jelasnya.

Jenis Infeksi Virus yang Dipicu Perubahan Cuaca

  1. Infeksi saluran pernapasan (airborne):
    Cuaca yang tidak menentu, meningkatkan risiko infeksi virus. Misal, adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), virus influenza, dan Haemophilus influenzae tipe B.
  2. Infeksi akibat gigitan vektor (nyamuk):
    Genangan air akibat hujan tidak menentu, mempercepat perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
  3. Infeksi saluran cerna akibat kontaminasi feses (fecal-oral):
    Banjir dan sanitasi yang buruk, meningkatkan risiko infeksi hepatitis A dan E, hand-foot-mouth disease (HFMD), serta enterovirus.
  4. Infeksi gastrointestinal:
    Perubahan iklim memengaruhi kebersihan makanan dan air, memicu infeksi seperti rotavirus dan virus lainnya, yang menyebabkan demam, muntah, serta diare.

Saat Cuaca Tidak Menentu, Virus Mengintai: Ini Tips PencegahannyaIlustrasi Demam. (Photo/Ilustrasi.Freepik)

Mengapa Anak-Anak dan Lansia Lebih Rentan?

Menurut dr. Atique, daya tahan tubuh anak dan lansia belum optimal atau sudah menurun. 

Anak-anak dan bayi masih dalam proses membangun sistem imunnya, sementara orang tua biasanya memiliki penyakit kronis atau penurunan sistem kekebalan akibat usia,” ujarnya.

Langkah Pencegahan Infeksi Virus Akibat Perubahan Iklim

Dr. Atique membagikan beberapa tips pencegahan khususnya untuk anak-anak dan lansia:

Baca juga: Cuaca Labil, Kulit Stabil: Tips Simpel Jaga Kulit di Musim Kemarau Basah

1. Keamanan Air Minum

  • Hanya konsumsi air matang atau air yang telah disaring.
  • Hindari air yang tercemar, terutama di wilayah yang terdampak banjir.
  • Jangan biarkan anak-anak bermain atau menyentuh air yang tergenang.

2. Pengendalian Nyamuk

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Saat Cuaca Tidak Menentu, Virus Mengintai: Ini Tips Pencegahannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!