Ilustrasi alergi debu. (Freepik)
INDOZONE.ID - Jenis debu bulan yang punya partikel halus bisa menempel di lantai dan perabotan dalam rumah. Gak pernah disadari, bahayanya bisa membahayakan pernapasan, iritasi kulit hingga mata perih.
Debu bulan memang terdengar ekstrem, tapi jika bicara soal risiko kesehatan nyata, polusi udara jalan raya jauh lebih membahayakan. Kamu terpapar setiap hari, baik saat di luar rumah atau di dalam ruangan. Karena itu, penting untuk menjaga udara rumah tetap bersih.
Walau ada penelitian dari University of Technology Sydney yang mengungkap bahwa debu bulan tak berbahaya polusi udara di jalan raya, kamu tidak boleh mengabaikan.
Sebaliknya lagi, partikel polusi jalanan terbukti jauh lebih toksik bagi paru-paru. Temuan ini memberi harapan baru bagi misi manusia kembali ke bulan, termasuk proyek Artemis 3 dari NASA.
Beberapa penelitian dari badan antariksa dunia mengungkapkan fakta menarik soal debu ini. Yuk simak buat nambah pengetahuanmu.
Baca juga: Bikin Kualitas Udara Lebih Baik! Ini Perbedaan Air Purifier, Humidifier, dan Diffuser
Ilustrasi debu bulan. (Levoit)
Saat sampel debu bulan dibawa ke Bumi lewat misi Apollo, ilmuwan sempat khawatir. Tapi setelah diuji selama puluhan tahun, efek toksiknya ternyata sangat minim.
Jika sampai terhirup dalam jumlah banyak, debu bulan bisa menyebabkan iritasi ringan pada saluran pernapasan. Tapi tak sampai memicu penyakit kronis seperti polusi kota.
Menurut laporan NASA dan studi lanjutan lainnya, kandungan kimia dalam debu bulan jauh lebih “jinak” daripada partikel polusi di kota besar. Debu ini memang tajam, tapi tak mengandung zat berbahaya yang memicu gangguan kesehatan parah.
Fakta paling mengejutkan datang dari perbandingan kualitas udara. Menurut studi yang dirilis ulang oleh Media Indonesia tahun 2023, udara di kota besar seperti Jakarta atau New Delhi justru jauh lebih berbahaya dibanding paparan debu bulan.
Baca juga: Panduan Lengkap Perawatan Kulit Hipoalergenik untuk Kulit Sensitif
Debu silika yang banyak ditemukan di proyek konstruksi dikenal berbahaya dan bisa menyebabkan silikosis. Dibanding itu, debu bulan jauh lebih aman untuk sistem pernapasan.
Debu bulan memang terdengar ekstrem, tapi jika bicara soal risiko kesehatan nyata, polusi udara jalan raya jauh lebih membahayakan. Kita terpapar setiap hari, baik saat di luar rumah maupun tanpa sadar saat berada di dalam ruangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Levoit