Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 10 JULI 2025 • 18:35 WIB

Fenomena Déjà Vu Ternyata Bisa Dijelaskan secara Ilmiah!

Fenomena Déjà Vu Ternyata Bisa Dijelaskan secara Ilmiah!Ilustrasi de javu

INDOZONE.ID - Bayangin Kamu lagi jalan-jalan ke tempat baru, terus tiba-tiba Kamu ngerasa kayak pernah ngalamin momen itu sebelumnya. Padahal Kamu yakin banget belum pernah ke sana. 

Rasanya aneh, kayak otak Kamu nyelip di antara realita dan kenangan. Inilah yang disebut déjà vu.

Selama ini, banyak yang nganggep fenomena ini sebagai hal mistis atau pertanda spiritual. Tapi ternyata, dunia medis dan neurologi punya penjelasan ilmiah soal kenapa otak kita bisa "salah paham" begini. Yuk, kita bongkar fakta dan rahasianya!

Baca juga: Cairan Elektrolit vs Air Putih: Pilih yang Mana Saat Radang?

Apa Sebenarnya yang Terjadi Saat Déjà Vu?

Déjà vu secara harfiah artinya "sudah pernah melihat" dalam bahasa Prancis. Tapi dalam pengalaman manusia, sensasinya jauh lebih rumit. 

Ini bukan sekadar "merasa familiar", tapi sensasi seolah-olah Kamu benar-benar sudah mengalami momen yang sama di masa lalu.

Menurut pakar neurologi dari Cleveland Clinic, déjà vu terjadi saat otak mengalami sedikit ketidaksesuaian antara memori jangka pendek dan jangka panjang. 

Area otak yang memproses ingatan terutama, sesekali bisa mengalami “kesalahan teknis”, sehingga pengalaman baru terasa seperti sesuatu yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Ini seperti gangguan pada sistem memori otakmu,” jelas Dr. Vernon Williams, seorang neurolog dari Cedars-Sinai Kerlan-Jobe Institute.

Baca juga: Jaga Lansia dari Ancaman Penyakit Pernapasan Menular RSV, Begini Caranya

Bukan Cuma Perasaan Ajaib, Tapi Bisa Jadi Sinyal Otak

Meskipun kebanyakan déjà vu nggak berbahaya dan lumrah terjadi, bahkan sekitar 60-70% orang dewasa mengalaminya setidaknya sekali—tapi di kasus tertentu. 

Fenomena ini bisa jadi pertanda adanya kondisi neurologis yang lebih serius.

Beberapa penderita epilepsi, khususnya yang mengalami epilepsi lobus temporal, kerap merasakan sensasi déjà vu tepat sebelum kejang dimulai. 

Itulah kenapa dokter bisa menggunakan gejala déjà vu sebagai salah satu indikator awal adanya gangguan neurologis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cleveland Clinic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena Déjà Vu Ternyata Bisa Dijelaskan secara Ilmiah!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!