Ilustrasi orang mengalami tukak lambung (INDIATODAY)
INDOZONE.ID – Tukak lambung atau yang dikenal sebagai peptic ulcer kerap kali disalahpahami sebagai kondisi yang disebabkan stres berat atau konsumsi makanan pedas. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Dikutip dari Hindustan Times, dalam wawancara bersama Konsultan Senior Gastroenterologi dan Hepatologi di Fortis Hospital, Okhla, Dr. Surakshith T.K, menegaskan, pemahaman yang keliru mengenai penyebab tukak lambung bisa berakibat pada penanganan yang tidak tepat.
“Mengetahui penyebab yang sebenarnya, dapat membantu menghindari mitos berbahaya yang justru memperlambat pengobatan efektif,” ujar Surakshith.
Meskipun mengelola stres dan menghindari iritasi seperti alkohol dan rokok tetap penting, untuk kesehatan sistem pencernaan, tukak lambung pada dasarnya merupakan kondisi medis yang membutuhkan diagnosis dan pengobatan secara tepat.
Berikut, lima mitos umum tentang tukak lambung yang dibantah Dr. Surakshith:
Baca juga: 3 Cara Alami dan Cepat Mengatasi Asam Lambung atau GERD
Mitos 1: Tukak lambung disebabkan stres
Fakta: Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah, menganggap stres sebagai penyebab utama tukak lambung. Padahal, stres emosional maupun fisik hanya dapat memperburuk kondisi, bukan menjadi akar masalah.
Penelitian menunjukkan, sebagian besar tukak lambung disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori, atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti aspirin dan ibuprofen.
Ilustrasi sakit lambung (Pixabay/Anastasia Gepp)
Mitos 2: Makanan pedas jadi biang keladi
Fakta: Makanan pedas memang dapat mengiritasi lambung yang sudah terluka, tetapi bukan penyebab utama munculnya tukak.
Bahkan, senyawa capsaicin dalam cabai sempat diteliti karena potensi manfaatnya terhadap lapisan lambung. Jadi, makanan pedas bukan dalang sesungguhnya di balik tukak lambung.
Mitos 3: Tukak lambung adalah penyakit seumur hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times