Ilustrasi berjalan kaki. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Alat ukur kebugaran tubuh, kini mulai digunakan sejumlah orang. Misal Fitbit, smartwatch Garmin, Apple Watch, atau aplikasi seperti Google Fit dan Apple Health, untuk mencatat jumlah langkah harian mereka.
Selama ini, angka 10.000 langkah menjadi patokan populer yang dikaitkan dengan sejumlah penyakit. Mulai dari penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, demensia, obesitas, hingga gangguan kesehatan mental.
Namun, studi terbaru yang dikutip dari Medical News Today, dan dipublikasikan di jurnal The Lancet Public Health menunjukkan, berjalan kaki sekitar 7.000 langkah per hari saja sudah cukup.
Aktivitas tersebut bisa juga untuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, demensia, kanker, depresi, hingga kematian dini.
Penelitian ini merupakan hasil meta-analisis dari 35 studi yang dilakukan antara tahun 2014 hingga 2025, dan melibatkan lebih dari 16.000 partisipan dewasa.
Tim peneliti menelusuri hubungan antara jumlah langkah, dengan delapan masalah kesehatan, yaitu:
Baca juga: Langkah Sehat dengan Metode Jalan Kaki 6-6-6, Sederhana dan Cocok untuk Semua Kalangan
Prof. Melody Ding dari Sydney School of Public Health, Australia, yang juga penulis utama studi itu, menjelaskan, pedoman aktivitas fisik selama ini menekankan jumlah menit aktivitas sedang hingga berat. Biasanya diukur dari rentang waktu 150–300 menit per minggu.
“Namun banyak orang lebih mudah memantau aktivitas fisik melalui jumlah langkah, karena itu lebih sederhana dan bisa diakses siapa pun,” ujar Ding.
“Angka 10.000 langkah per hari sendiri tidak benar-benar berdasarkan bukti ilmiah yang kuat. Melalui studi ini, kami ingin menjawab berapa sebenarnya jumlah langkah harian yang memberikan manfaat kesehatan nyata,” sambungnya.
Hasil analisis menunjukkan, peserta yang berjalan sekitar 7.000 langkah per hari, mengalami penurunan 7 risiko, di antaranya:
“Penelitian ini penting karena perangkat pelacak langkah kini sangat umum digunakan. Masyarakat tentu ingin tahu target yang masuk akal untuk dicapai,” kata Ding.
Ilustrasi jalan kaki. (freepik/jcomp)
Studi ini juga menemukan, meskipun seseorang hanya berjalan 4.000 langkah per hari, mereka tetap memperoleh manfaat kesehatan yang lebih baik, dibandingkan mereka yang hanya mencapai 2.000 langkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today