INDOZONE.ID - Pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera terus menjadi perhatian berbagai pihak.
Untuk mendukung akses layanan medis bagi masyarakat terdampak, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fujifilm Indonesia menghadirkan unit mobile X-ray di RSUD Langsa, Aceh.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Masato Yamamoto mengatakan, kehadiran teknologi diagnostik bergerak menjadi penting untuk memastikan proses pemeriksaan medis tetap dapat dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan pascabencana.
"Dalam situasi pascabencana, tantangan terbesar bukan hanya memberikan pengobatan, tetapi memastikan diagnosis tetap dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Kami melihat bahwa teknologi harus mampu beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan harus dapat membantu tenaga kesehatan memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat," kata Masato dalam keterangannya dikutip Kamis (4/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan menyusul dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025.
Baca juga: Seluruh RS Pemerintah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Usai Bencana
Bencana itu dilaporkan mempengaruhi ratusan ribu warga serta menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan dan gangguan operasional.
Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan diagnostik, menjadi salah satu tantangan utama selama masa pemulihan.
Melalui kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada 7 April 2026 di Kementerian Kesehatan, Fujifilm menyediakan dukungan operasional alat kesehatan berupa mobile X-ray system secara non-komersial.
Dukungan tersebut juga mencakup instalasi dan bantuan teknis guna memastikan alat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh fasilitas kesehatan penerima.
Teknologi mobile X-ray memungkinkan tenaga medis melakukan pemeriksaan radiologi langsung di sisi tempat tidur pasien atau bedside imaging tanpa harus memindahkan pasien ke ruang radiologi.
Solusi ini dinilai relevan untuk kondisi darurat maupun pascabencana, ketika mobilitas pasien dan kapasitas fasilitas kesehatan masih terbatas.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Rizka Andalusia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dalam situasi krisis.
"Kami terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan agar tetap mampu memberikan layanan yang optimal, termasuk dalam situasi krisis. Dukungan teknologi seperti mobile X-ray system ini memberikan kemudahan bagi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan secara cepat dan tepat di sisi pasien," ujar Rizka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release