Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 13:20 WIB

Awas! Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Peningkatan Kasus Kutu Rambut pada Remaja

Awas! Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Peningkatan Kasus Kutu Rambut pada RemajaIlustrasi kegiatan selfie yang bisa menjadi jembatan penyebaran kutu rambut. (Freepik)

INDOZONE.ID – Tren berfoto selfie yang digemari para remaja, ternyata menyimpan risiko tersembunyi. Kegiatan berfoto dengan saling menempelkan kepala saat selfie, di duga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus infestasi kutu rambut, terutama pada remaja dan anak-anak.

Selfie dulu, yuk!” Mungkin itu ungkapan yang paling sering terdengar dari para remaja akhir-akhir ini. Hampir setiap ponsel remaja perempuan—dan juga sebagian laki-laki—penuh dengan foto-foto selfie

Tidak jarang, satu dari 20 foto yang diambil akan dipilih dengan cermat, karena dianggap paling sempurna menunjukkan bentuk mata, hidung, dan senyum terbaik untuk diunggah ke media sosial.

Dikutip dari Medical Daily, istilah ‘selfie’ yang berarti mengambil foto diri sendiri, tampaknya perlu diartikan lebih harfiah.

Sebab, saat para remaja menyatukan kepala dengan teman mereka untuk berfoto, risiko tertular kutu rambut pun meningkat.

Baca juga: Gejala, Penyebab hingga Cara Penularan Kutu Rambut

Fenomena Selfie dan Penyebaran Kutu

Sejak awal tahun, sejumlah dokter anak dan spesialis perawatan kutu menyuarakan kekhawatiran soal kemungkinan meningkatnya penularan kutu rambut di kalangan anak-anak dan remaja.

Meski kutu rambut umumnya menyerang anak usia 3 hingga 11 tahun, kini hampir enam dari sepuluh anak usia 8 hingga 12 tahun sudah memiliki ponsel.

Awas! Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Peningkatan Kasus Kutu Rambut pada RemajaIlustrasi gatal karena kutu rambut. (freepik)

Tidak jarang, mereka menghabiskan waktu istirahat sekolah untuk berfoto bersama, dengan posisi kepala yang saling bersentuhan—kondisi ideal bagi kutu untuk berpindah.

Saya melihat lonjakan besar kasus kutu rambut pada remaja tahun ini. Biasanya saya menangani anak kecil karena mereka lebih sering bersentuhan kepala secara langsung,” ujar Marcy McQuillan dari layanan penghilang kutu Nitless Noggins.

Tapi sekarang, para remaja setiap hari menempelkan kepala mereka hanya demi foto selfie,” sambungnya.

Perpindahan Kutu Butuh Waktu Lama

Namun demikian, klaim McQuillan dibantah Richard Pollack, seorang pengajar di Harvard yang ahli di bidang kutu dan serangga pengganggu lainnya. Dalam wawancara dengan BuzzFeed, ia menyebut pernyataan tersebut sebagai strategi pemasaran belaka. 

Menurutnya, kepala anak-anak harus bersentuhan dalam waktu yang cukup lama agar kutu bisa berpindah, misalnya saat mendengarkan musik dengan earphone yang sama, membaca buku sambil berbaring berdampingan di rumput, atau tidur bersama di satu tempat tidur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Awas! Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Peningkatan Kasus Kutu Rambut pada Remaja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!