Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 11:20 WIB

Kutu Rambut Bukan Alasan Anak Dilarang ke Sekolah, Ini Faktanya

Kutu Rambut Bukan Alasan Anak Dilarang ke Sekolah, Ini FaktanyaIlustrasi anak yang memiliki kutu rambut di kepalanya. (Freepik)

INDOZONE.ID – Kutu rambut masih sering disalahpahami, terutama di kalangan orang tua dan sekolah. Bahkan, anak-anak yang diketahui memiliki kutu rambut, dikucilkan hingga jadi korban bullying di sekolah.

Dikutip dari Medical Daily, American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan, anak-anak yang mengalami infestasi kutu rambut, tidak seharusnya dilarang untuk bersekolah.

Dalam pedoman terbaru yang dirilis beberapa waktu lalu, AAP menegaskan, larangan sekolah bagi anak-anak berkutu tidak efektif dalam mencegah penyebaran kutu rambut. Hal itu justru memperkuat stigma sosial yang tidak perlu terhadap masalah umum ini.

Muncul Diskriminatif dari Teman-teman

Seperti dilansir HNGN, AAP menyebut kebijakan ‘no-nit’—yang tidak memperbolehkan anak bersekolah selama masih memiliki telur kutu (nit)—dapat berdampak negatif. 

Kebijakan ini dinilai diskriminatif, karena perawatan kutu rambut saat ini, memungkinkan anak tetap beraktivitas di sekolah, dan menerima pengobatan saat di rumah.

Baca juga: Awas! Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Peningkatan Kasus Kutu Rambut pada Remaja

Penelitian menunjukan, kebijakan tersebut justru dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, serta memperbanyak hari ketidakhadiran siswa dari sekolah.

Selain itu, stigma sosial yang timbul akibat larangan ini, dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga prestasi akademik anak. 

Kebijakan ini juga terbukti tidak efektif dalam menurunkan kasus kutu rambut. Sebab, sebagian besar penularan terjadi dalam lingkungan keluarga atau pertemanan dekat—bukan dari teman sekelas.

Kutu Rambut Bukan Alasan Anak Dilarang ke Sekolah, Ini FaktanyaIlustrasi orangtua yang sedang membersihkan kutu rambut di kepala anaknya. (Freepik)

Bukan Penyakit, Bukan Tanda Kebersihan Buruk

Kutu rambut merupakan parasit kecil tak bersayap yang hanya menyerang manusia. Mereka hidup dengan mengisap darah dari kulit kepala, dan menyebar melalui kontak fisik langsung atau berbagi barang pribadi, seperti sisir atau bantal. 

Diperkirakan antara enam hingga 12 juta anak-anak di Amerika Serikat mengalami kutu rambut setiap tahunnya.

Meskipun mengganggu, kutu rambut tidak menularkan penyakit dan bukan tanda kebersihan diri yang buruk. Mereka hanya menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman.

Pisahkan Fakta dari Mitos

Fakta penting lainnya adalah, kutu rambut hanya menyebar melalui kontak dengan manusia atau barang yang telah terinfestasi. Hewan peliharaan tidak bisa terkena kutu rambut manusia, dan tidak dapat menjadi sumber penularan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kutu Rambut Bukan Alasan Anak Dilarang ke Sekolah, Ini Faktanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!