Ilustrasi Ibu Menyusui. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
INDOZONE.ID - Menyusui bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat momen-momen awal menjadi ibu. Meskipun menyusui merupakan proses alami, namun tetap memerlukan kesabaran, latihan, dan bimbingan yang tepat.
Hal itu disampaikan Konsultan Senior Obstetri dan Ginekologi di Yashoda Hospitals, Hyderabad, Dr. Krishnaveni Nayini, yang dikutip dari Hindustan Times.
Ia membagikan sembilan tips penting yang bisa membantu ibu baru, dalam menghadapi tantangan awal menyusui. Berikut ulasan singkatnya!
Menempatkan bayi dalam satu ruangan dengan ibu sejak awal atau rooming-in, dapat memicu respons hormonal yang meningkatkan produksi ASI. Lalu, bisa memperkuat ikatan emosional.
Bahkan setelah operasi sesar, kontak kulit ke kulit umumnya tetap memungkinkan dan sangat bermanfaat.
Baca juga: 7 Mitos dan Fakta Menyusui, Benarkah Bayi yang Diberi Susu Formula Tidur Lebih Nyenyak?
Menyusui dalam satu jam pertama setelah melahirkan, membantu merangsang produksi ASI dan memperkuat ikatan awal antara ibu dan bayi. Langkah ini menjadi salah satu kunci sukses dalam menyusui.
Biarkan bayi menyusu saat menunjukkan tanda-tanda lapar, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Bayi baru lahir umumnya menyusu sebanyak 8–12 kali dalam 24 jam. Ini penting untuk membangun pasokan ASI yang stabil.
Ilustrasi menyusui. (Unsplash/@liangkevin)
Pelekatan atau latch yang tepat, akan mengurangi rasa sakit pada puting dan memastikan ASI tersalur secara baik. Mulut bayi sebaiknya menutupi sebagian besar areola, dan dagunya menyentuh payudara.
Popok yang basah secara teratur, buang air besar yang konsisten, kenaikan berat badan yang stabil, serta suara bayi menelan saat menyusu, menjadi tanda bahwa proses menyusui berjalan baik.
Menyusui meningkatkan kebutuhan cairan dan kalori tubuh. Pastikan ibu minum cukup air, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung produksi ASI, dan proses pemulihan usai melahirkan.
Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari saat Menyusui, Bisa Berdampak Buruk untuk Kandungan Asi!
Pengenalan dot atau empeng terlalu awal, dapat menyebabkan kebingungan pada pola isapan bayi atau ‘bingung puting’. Hal itu juga bisa berisiko pada menurunkan produksi ASI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times