Ilustrasi bayi di bawah sinar matahari. (freepik)
INDOZONE.ID - Kulit bayi sangat sensitif dan tipis, sehingga lebih rentan mengalami kerusakan saat terkena sinar ultraviolet (UV). Jika tidak dilindungi sejak dini, paparan sinar matahari bisa menimbulkan masalah kulit ringan hingga serius, bahkan berisiko jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui bahaya sinar matahari untuk bayi. Berikut diantaranya.
Ilustrasi bayi di bawah sinar UV. (freepik)
Kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa, sehingga membutuhkan perhatian khusus. Beberapa alasan mengapa sinar UV untuk bayi sangat berisiko antara lain:
- Lapisan pelindung kulit masih tipis
Stratum korneum bayi belum sempurna, sehingga mudah rusak akibat paparan sinar matahari.
- Kadar melanin rendah
Melanin yang berfungsi melindungi kulit dari radiasi UV masih sedikit pada bayi.
- Proporsi tubuh lebih luas
Bayi memiliki rasio luas permukaan tubuh lebih besar, sehingga paparan sinar UV lebih banyak terserap.
Baca juga: 10 Tanda-tanda Bayi Terkena Anemia, Jangan Diabaikan Moms Karena Bahaya!
Bahaya sinar matahari untuk bayi bisa menimbulkan masalah jangka pendek maupun jangka panjang, seperti:
- Efek jangka pendek
Iritasi, kulit kemerahan, eksim, hingga sunburn.
- Efek jangka panjang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Shots