Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 19:40 WIB

Dunia Farmasi Butuh Peneliti Wanita Kembangkan Obat Herbal

Dunia Farmasi Butuh Peneliti Wanita Kembangkan Obat HerbalIlustrasi penelitian. (freepik.com) (freepik)
INDOZONE.ID - Inovasi di bidang kesehatan tidak bisa lahir dari satu sudut pandang saja. Termasuk di dunia farmasi yang butuh peran dari mahasiswa.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dr. Ian Kloer menuturkan, keberagaman ide, pendekatan, dan pengalaman. Hasilnya agar jadi solusi yang benar-benar relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda, khususnya mereka yang memiliki minat kuat di bidang riset, untuk berkembang, bereksperimen, dan mengubah gagasan menjadikontribusi nyata yang dapat dirasakan baik oleh universitas,perusahaan, maupun masyarakat luas,” katanya di sela acara D-STAR yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswi.

Ia juga percaya bahwa wanita memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan riset kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Sekalipun jumlah wanita di bidang farmasi dinilai cukup signifikan.

“Kami merasa perlu untuk terlibat aktif dalam membuka akses yang lebih luas bagi wanita muda untuk berkontribusi secara aktif dalam pengembangan solusi kesehatan.

Baca juga: Penelitian Kontroversial Sebut 3I/ATLAS Bisa Jadi Teknologi Alien yang “Mungkin Bermusuhan”

Peluang Baru di Industri Obat Herbal

Dunia Farmasi Butuh Peneliti Wanita Kembangkan Obat HerbalD-STAR 2025

Industri perawatan herbal di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang pesat, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap solusi kesehatan berbasis alam. Seiring dengan perkembangan ini, penting untuk memperluas cakupan riset termasuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapatmempengaruhi efektivitas dan keamanan produk, agarpengembangan obat herbal semakin tepat sasaran, aman, dan inklusif.

Research and Development Division Head Darya-Varia Lilis menambahkan, wanita memiliki kapasitas dan perspektif berharga dalam riset. Mereka berperan strategis untuk mengembangkan kompetensi, dan berkontribusi aktif dalam menciptakan solusi kesehatan yang inklusif. 

“Kami percaya meningkatnya partisipasi peneliti wanita dapat berkontribusi dalam memperkokoh fondasi riset farmasi dan kesehatan di Indonesia, baik dengan memperkaya sudut pandang, memperluas dampak penelitian, serta menghasilkan riset yang lebih berkualitas dan relevan bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Baca juga: Waspada! Polusi Udara Diam-Diam Tingkatkan Risiko Demensia, Ini Temuan Penelitian Terbarunya!

Penerima Beasiswa

Tahun ini, empat mahasiswi terbaik berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa D-STAR 2025, yaitu Anggininda Salsabila (Universitas Airlangga), Vira Nuha Sabita (Universitas Indonesia), Iffah Zakiya Yasmin (Universitas Gadjah Mada), dan Hanifa Syifa Kamila (Sekolah Farmasi ITB). 

Mereka bakal mengembangkan riset berbasis teknologi farmasi dan kekayaan hayati Indonesia. Harapannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia farmasi dan kesehatan.

Tanggapan Dekan

Dalam kesempatan sama, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si, menilai melakukan riset ini juga membentuk pola pikir peneliti yang tangguh dan berorientasi pada dampak.

“Ini jadi langkah nyata untuk membuka akses yang lebih setara bagi talenta muda,” terangnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dunia Farmasi Butuh Peneliti Wanita Kembangkan Obat Herbal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!