Polusi udara di Jakarta. (Antara/M Risyal Hidayat)
INDOZONE.ID - Sebuah studi terbaru yang disebut-sebut sebagai studi paling komprehensif di bidangnya mengungkapkan bahwa paparan polusi udara, utamanya dari emisi kendaraan, dan pembakaran kayu, secara signifikan meningkatkan resiko seseorang terkena demensia,lho!
Penyakit demensia, penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, kemampuan berbahasa, diperkirakan akan mempengaruhi 150 juta orang dari seluruh dunia pada tahun 2050, setelah sebelumnya hanya diperkirakan mempengaruhi sekitar 57 juta orang.
Perkiraan dengan angka yang fantastis itu menyebabkan penelitian mengenai demensia terus dilakukan untuk mengetahui faktor terbesarnya.
Baca juga: Sering Nahan Buang Air Kecil? Ini 5 Dampak Serius yang Bisa Ganggu Kesehatan
Para peneliti dari unit epidemiologi Medical Research Council di Universitas Cambridge berhasil melakukan penelitian paling detail, dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap 51 studi lain, serta menyertakan data dari lebih dari 29 juta partisipan yang terpapar polutan udara selama setidaknya satu tahun.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal The Lancet Planetary Health ini menemukan hubungan signifikan secara statistik antara tiga jenis polutan dan resiko demensia.
Polutan yang pertama adalah PM2.5 yang berasal dari asap kendaraan, asap perapian, dan asap kompor berbahan bakar kayu.
Baca juga: Akhir-akhir Ini Sering Lupa? Simak Perbedaan Lupa Normal dan Tanda Demensia
Studi menemukan bahwa setiap kenaikan 10 mikrogram partikel halus PM2.5 terpapar seseorang, resiko orang tersebut terkena demensia menjadi 17 persen.
Polutan selanjutnya adalah Nitrogen Dioksida, yang berasal dari pembakaran bahan fosil dan jelaga (soot), yang juga berasal dari emisi kendaraan dan pembakaran kayu.
Nitrogen Dioksida meningkatkan resiko demensia sebanyak 3 persen dan untuk jelaga sendiri, resiko demensia yang disebabkan karena orang terpapar zat berbahaya tersebut adalah 13 persen.
Hal ini juga didukung oleh pernyataan langsung dari Dr. Haneen Khreis, penulis utama penelitian tersebut.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Pisang dan Tomat untuk Kesehatan Tubuh
Ia menyatakan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan “peradangan otak dan stres oksidatif yang memicu demensia.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian