Ilustrasi seseorang yang merasa demam karena penyakit DBD. (Freepik)
INDOZONE.ID - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini seringkali ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta penurunan jumlah trombosit yang drastis.
Penanganan medis di rumah sakit adalah prioritas utama, namun beberapa obat alami juga terbukti efektif sebagai pendukung untuk membantu pemulihan dan menaikkan jumlah trombosit.
Baca juga: 30 Caption Wisuda untuk Mahasiswa yang Inspiratif dan Menyentuh Hati
Penting untuk diingat, penggunaan obat alami ini tidak boleh menggantikan perawatan medis dari dokter. Mereka berfungsi sebagai suplemen untuk membantu tubuh melawan infeksi.
Berikut adalah 7 obat alami untuk penderita DBD yang telah teruji secara tradisional dan penelitian!
Ini adalah salah satu obat alami yang paling populer untuk DBD. Ekstrak daun pepaya terbukti secara ilmiah dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit.
Daun pepaya mengandung senyawa aktif seperti papain dan chymopapain yang dipercaya mampu menormalkan pembekuan darah dan menstimulasi produksi trombosit.
Baca juga: 5 Rekomendasi Pelembab Wajah untuk Kulit Kering Brand Lokal, Hydrating Banget!
Jambu biji merah adalah buah yang kaya akan vitamin C dan flavonoid, seperti quercetin. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang kuat dan diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dan mengurangi risiko pendarahan.
Buah kurma kaya akan zat besi, yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan membantu meningkatkan kadar hemoglobin.
Meskipun tidak secara langsung meningkatkan trombosit, konsumsi kurma dapat membantu menjaga kekuatan tubuh dan mencegah anemia yang sering menyertai DBD.
Biji fenugreek dikenal memiliki khasiat obat-obatan. Biji ini dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dan membantu pemulihan. Biji fenugreek juga dapat meredakan demam dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline