Ilustrasi seseorang mengalami tekanan mata tinggi. (freepik/master1305)
INDOZONE.ID - Tekanan mata tinggi atau ocular hypertension merupakan kondisi ketika tekanan dalam bola mata lebih tinggi dari normal.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun, penderita diabetes, dan rabun sangat jauh.
Selain itu, individu dengan riwayat keluarga mengalami tekanan mata tinggi atau glaukoma bisa mengalaminya. Orang keturunan Afrika-Amerika, juga dilaporkan lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Menurut para ahli, tekanan mata tinggi tidak menunjukkan tanda atau gejala yang jelas. Penderitanya kerap tidak menyadari, sampai dilakukan pemeriksaan khusus oleh dokter optometri.
Pemeriksaan ini umumnya menggunakan alat bernama tonometer, untuk mengukur tekanan bola mata.
Selain itu, pemeriksaan menyeluruh pada struktur dalam mata juga penting dilakukan, guna menilai kesehatan mata secara keseluruhan.
Baca juga: Memahami Alergi Mata, Penyakit Sepele Tapi Bisa Ganggu Kehidupan Kamu
Meski tidak semua penderita tekanan mata tinggi akan berkembang menjadi glaukoma, risiko terjadinya penyakit ini tetap meningkat.
“Karena itu, pemeriksaan mata rutin dan menyeluruh menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan,” tulis American Optometric Association.
Tekanan mata tinggi dapat disebabkan berbagai hal, antara lain:
Ilustrasi seseorang merasakan sakit ketika mata disentuh. (Freepik)
Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang bisa dirasakan. Namun, bila tekanan terlalu tinggi, penderita bisa mengalami rasa sakit saat menggerakkan mata atau ketika mata disentuh.
Dokter optometri biasanya mendiagnosis tekanan mata tinggi dengan mengukur tekanan bola mata, dan membandingkannya dengan nilai normal.
Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan tekanan mata tinggi. Namun, langkah pengobatan dapat menurunkan risiko kerusakan mata, antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association