ilustrasi Melakukan Pertolongan Pertama (Freepik)
INDOZONE.ID - Luka tembak adalah keadaan darurat yang sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan perdarahan hebat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam nyawa korban dalam waktu singkat.
Dalam situasi seperti ini, pertolongan pertama memiliki peran penting untuk menjaga kondisi korban tetap stabil. Meski tidak menggantikan perawatan medis, langkah awal yang benar bisa membantu memperlambat risiko fatal.
Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada luka tembak. Pengetahuan sederhana ini bisa menjadi penyelamat, terutama ketika tenaga medis belum sempat tiba di lokasi.
Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi. (FREEPIK/@megafilm)
Berikut ini 5 langkah pertolongan pertama saat terjadi luka tembak yang perlu kamu tahu:
Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Jangan sampai panik dan segera hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan.
Ingat, pertolongan pertama hanya bersifat sementara, penanganan dokter tetap yang paling utama. Jika ada orang lain di sekitar, mintalah bantuan untuk menelepon ambulans.
Baca juga: Usia Berapa Sebaiknya Mulai Cek Kolesterol? Ini Penjelasan Dokter Jantung
Luka tembak biasanya menyebabkan perdarahan hebat. Gunakan kain bersih, perban, atau bahkan pakaian korban untuk menekan luka. Tekan dengan kuat, jangan melepaskan tekanan karena bisa membuat darah mengalir lagi.
Jika kain pertama penuh darah, jangan diangkat, cukup tambahkan lapisan baru di atasnya. Ingat, menghentikan perdarahan adalah prioritas utama.
Sering kali peluru masih tertinggal di dalam tubuh. Jangan pernah mencoba mengeluarkannya sendiri karena bisa membuat luka semakin parah dan perdarahan lebih cepat.
Biarkan peluru tetap berada di dalam sampai tenaga medis menanganinya dengan prosedur yang aman.
Baca juga: 10 Jus Buah Alami yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda
Setelah perdarahan ditekan, atur posisi korban sesuai kondisi lukanya. Jika korban sadar, baringkan telentang di tempat datar dan angkat sedikit kakinya untuk menjaga aliran darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic