Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 11:40 WIB

Sikat Gigi Dua Kali Masih Kurang? Ini Kebiasaan yang Disarankan Dokter Gigi untuk Mulut Lebih Sehat

Sikat Gigi Dua Kali Masih Kurang? Ini Kebiasaan yang Disarankan Dokter Gigi untuk Mulut Lebih SehatIlustrasi kebiasaan yang disarankan dokter gigi untuk mulut lebih sehat. (Freepik)

INDOZONE.ID - Selama ini, banyak orang mengira bahwa menyikat gigi dua kali sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan mulut.

Padahal menurut drg. Rinda Rentia dari Klinik Dent Smile, rutinitas tersebut belum optimal jika tidak diimbangi dengan perawatan tambahan yang menyeluruh.

"Betul, menyikat gigi dua kali sehari memang standar, tapi itu hanya membersihkan permukaan luar gigi. Masih ada area lain yang tidak terjangkau oleh sikat gigi biasa," ujar drg. Rinda Rentia saat diwawancarai Indozone, Selasa (17/9/2025).

Baca juga: Jangan Abai! Ini 3 Kesalahan Umum Saat Sikat Gigi yang Bisa Merusak Kesehatan Mulut

Lalu, apa yang perlu ditambahkan dalam rutinitas harian perawatan mulut?

1. Flossing: Bersihkan Sela Gigi dengan Benang

Sikat Gigi Dua Kali Masih Kurang? Ini Kebiasaan yang Disarankan Dokter Gigi untuk Mulut Lebih SehatFlossing, bersihkan sela-sela gigi dengan benang. (Freepik)

Flossing atau menggunakan benang gigi sangat penting untuk membersihkan sisa makanan dan plak yang tersembunyi di antara sela-sela gigi

Sela ini sering kali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab karies dan radang gusi.

drg. Rinda menyarankan flossing dilakukan setidaknya sekali sehari, terutama sebelum tidur.

"Kalau kamu habis makan dan ada makanan nyangkut tapi tidak dibersihkan, itu bisa jadi awal mula gigi berlubang atau gusi bengkak," ungkapnya.

Jika belum terbiasa, kamu bisa mulai dengan flossing dua hari sekali, kemudian tingkatkan frekuensinya secara bertahap.

2. Sikat Lidah: Rahasia Mulut Segar dan Bebas Bau

Sikat Gigi Dua Kali Masih Kurang? Ini Kebiasaan yang Disarankan Dokter Gigi untuk Mulut Lebih SehatSikat lidah (kitchenerdentistlancaster.com)

Masalah bau mulut atau halitosis sering kali tidak datang dari gigi, melainkan dari lidah.

Permukaan lidah yang kasar menjadi tempat menempelnya sisa makanan, bakteri, dan sel mati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sikat Gigi Dua Kali Masih Kurang? Ini Kebiasaan yang Disarankan Dokter Gigi untuk Mulut Lebih Sehat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!