Ilustrasi perempuan berusia ratusan tahun (freepik)
INDOZONE.ID - Misteri di balik usia panjang dan kesehatan prima akhirnya sedikit demi sedikit terungkap.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada seorang supercentenarian, sebutan untuk orang berusia di atas 110 tahun, memberikan wawasan penting bagi para ilmuwan.
Dilansir dari The Guardian, para peneliti di Francis Crick Institute menganalisis sel dan sampel darah dari seorang wanita berusia 117 tahun.
Mereka membandingkan sampel tersebut dengan milik orang berusia 50-an. Hasilnya, ditemukan perbedaan mencolok pada sistem kekebalan tubuhnya.
Baca juga: Frozen Shoulder yang Bikin Gerak Terbatas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine ini menunjukkan bahwa tubuh si nenek 117 tahun tersebut memiliki sistem kekebalan yang sangat efisien dalam melawan penyakit dan peradangan.
Sel-sel kekebalan (limfosit T) di dalam tubuhnya memiliki mekanisme unik yang membuat kerusakan sel akibat penuaan bisa ditekan.
"Tubuh supercentenarian ini seolah memiliki 'rem' alami yang sangat baik untuk peradangan kronis," ujar Dr. Sarah Johnson, salah satu peneliti.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa sel-sel di dalam tubuhnya menunjukkan tingkat kerusakan yang sangat minim.
Baca juga: Epidemi Obesitas di Indonesia: Tantangan Kesehatan yang Serius dan Upaya Penanganannya
Ini mengindikasikan bahwa umur panjang dan sehat tidak hanya soal genetik, tetapi juga cara tubuh mengelola dan memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
Meski penelitian ini fokus pada aspek biologis, para ilmuwan tetap menegaskan bahwa gaya hidup sehat seperti olahraga rutin, diet seimbang, dan menjaga pikiran tetap aktif memegang peranan krusial.
Ini membantu tubuh mengaktifkan mekanisme perbaikan alami tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian