Ilustrasi Anxious Attachment (sumber: pinterest)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu merasa cemas atau overthinking kalau pasanganmu nggak segera balas chat? Atau muncul rasa takut berlebihan kalau dia tiba-tiba berubah cuek? Perasaan takut ditinggalkan ini sering kali berkaitan dengan pola kelekatan yang disebut anxious attachment.
Anxious attachment merupakan salah satu attachment style (pola kelekatan) yang dicetuskan oleh John Bowlby (1969), kemudian dikembangkan oleh Ainsworth (1978). Teori attachment style ini menjelaskan pola-pola kelekatan yang terbentuk dari pola pengasuhan di masa kecil oleh orang tua, yang kemudian memengaruhi bagaimana kita berhubungan di usia dewasa.
Individu dengan pola anxious attachment biasanya terbentuk karena pola pengasuhan di masa kecil yang tidak konsisten. Terkadang anak merasa disayang oleh orang tuanya, namun terkadang juga diabaikan. Pola ini membuat anak belajar bahwa cinta itu tidak stabil, sehingga saat dewasa ia akan terus-menerus memastikan bahwa dirinya tidak akan ditinggalkan.
Baca juga: Dampak Buruk Pola Asuh Orang Tua Oveprotektif pada Kemandirian Anak
Anxious Attachment Ilustrasi (sumber: pinterest)
Pola anxious attachment dapat membuat hubungan menjadi melelahkan. Pasangan merasa terkekang, sedangkan pihak yang “anxious” justru semakin cemas ketika merasa kurang diperhatikan. Akhirnya, hubungan pun sering diwarnai konflik, salah paham, serta drama emosional.
Baca juga: Malas Mandi Terus? Ternyata Bisa Jadi Tanda Ada Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Anxious attachment dapat perlahan diubah. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mindsplain.com