INDOZONE.ID - Penyakit menular IMS umumnya dikenal menyerang organ kelamin, tenggorokan, atau rektum. Namun, ternyata ada IMS yang bisa menyebabkan infeksi mata karena area ini memiliki jaringan mukosa yang rentan.
Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan penglihatan hingga komplikasi serius bila tidak segera ditangani. Berikut tanda-tanda penyakit IMS agar kamu lebih waspada.
Ilustrasi bakteri Klamidia (IBC Laboratorios)
Klamidia yang menyerang mata dikenal sebagai trakom. Penyakit akibat bakteri Chlamydia trachomatis ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Gejalanya berawal dari peradangan konjungtiva hingga jaringan parut yang bisa menurunkan penglihatan.Perawatan dengan antibiotik dan menjaga kebersihan wajah sangat penting untuk mencegah infeksi berulang.
Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Penyakit Gonore: Benarkah Menular, Bahkan Lewat Berbagi Minuman?
Sifilis tak hanya merusak organ reproduksi, tetapi juga dapat menyerang mata. Kondisi ini disebut sifilis okular dan bisa muncul di berbagai tahap infeksi. Gejalanya berupa perubahan penglihatan hingga risiko kebutaan permanen. Penanganan dengan antibiotik dapat mencegah kerusakan lebih lanjut, meski kerusakan yang sudah terjadi sering kali tidak bisa diperbaiki.
Hepatitis B disebabkan oleh virus HBV yang menular melalui cairan tubuh. Salah satu tanda awalnya adalah penyakit kuning yang membuat kulit dan mata menguning. Pada kasus kronis, infeksi HBV dapat memicu peradangan pembuluh retina, saraf optik, hingga jaringan uveal.
Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak IMS pada kesehatan mata, sehingga pengobatan medis tidak boleh ditunda.
Baca juga: Benarkah Sifilis Bisa Menular Lewat Ibu Hamil? Ini Penjelasannya
Gonore pada mata paling sering dialami bayi baru lahir, meski orang dewasa juga bisa tertular melalui kontak dengan cairan terinfeksi. Penyakit akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae ini dapat menyebabkan infeksi berat yang berujung kebutaan bila tidak segera diobati. Pemberian antibiotik melalui injeksi menjadi langkah utama untuk menyembuhkan gonore pada mata.
Virus herpes simpleks tidak hanya menimbulkan gatal pada kulit dan area genital, tetapi juga dapat menyerang mata. Infeksi ini sering kambuh dan membuat kualitas hidup penderitanya menurun. Pada kasus tertentu, kerusakan mata bisa menjadi permanen. Obat antivirus seperti asiklovir umumnya diresepkan untuk menekan gejala sekaligus mengurangi risiko kekambuhan.
Sekitar 75-80 persen pengidap HIV akan mengalami masalah mata, salah satunya retinitis sitomegalovirus (CMV). Virus CMV yang biasanya tidak berbahaya bisa menimbulkan peradangan retina pada penderita dengan sistem imun lemah.
Gejalanya berupa penglihatan kabur, muncul bercak hitam, hingga floater. Kombinasi terapi HIV dan obat antivirus CMV diperlukan untuk mencegah kebutaan.
Meskipun jarang, kutu kemaluan juga dapat menyebar ke bulu mata. Parasit kecil ini menyebabkan rasa gatal dan harus segera diatasi dengan cara mencabut kutu atau menggunakan salep khusus sesuai anjuran dokter. Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri serta menghindari berbagi handuk, kosmetik mata, atau perlengkapan pribadi lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jeffersonhealth.com