Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 12:10 WIB

5 Bahaya Mendaki Gunung saat Kurang Tidur, Jangan Nekat!

5 Bahaya Mendaki Gunung saat Kurang Tidur, Jangan Nekat!Ilustrasi kelelahan saat mendaki gunung. (freepik)

INDOZONE.ID - Mendaki gunung adalah kegiatan yang menantang dengan medan yang ekstrim. Namun, banyak pendaki yang tetap berangkat meski sedang kurang tidur.

Padahal, bahaya mendaki gunung saat kurang tidur tidak bisa dianggap sepele. Berikut dampak kurang tidur saat mendaki terhadap tubuh dan mental. 

5 Risiko Mendaki Gunung dalam Kondisi Lelah

5 Bahaya Mendaki Gunung saat Kurang Tidur, Jangan Nekat!Ilustrasi mendaki gunung. (freepik)

1. Kurang Tidur Ganggu Fokus dan Refleks Tubuh di Medan Berat

Tidur bukan hanya soal beristirahat, tetapi juga waktu bagi otak untuk memulihkan diri. Saat kamu kekurangan tidur, fungsi kognitif menurun sehingga kemampuan bereaksi terhadap kondisi sekitar jadi lebih lambat.

Padahal, jalur pendakian sering kali curam, licin, dan menantang. Koordinasi antara mata, tangan, dan kaki sangat dibutuhkan agar langkah tetap aman. Sedikit saja salah pijak, bisa menyebabkan cedera serius.

Selain itu, risiko mendaki gunung dalam kondisi lelah juga meningkat karena tubuh sulit mengambil keputusan cepat di situasi mendesak.

Hal ini bisa memperbesar kemungkinan tersesat atau kehilangan keseimbangan di jalur pendakian.

Baca juga: Nekat Naik Gunung Merapi Tanpa Izin, 20 Pendaki Ilegal Diamankan Petugas

2. Tubuh Lelah Lebih Mudah Sakit dan Kehilangan Energi

Salah satu dampak kurang tidur saat mendaki adalah, melemahnya sistem kekebalan tubuh. Ketika tidur, tubuh memproduksi sitokin, protein yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan.

Jika waktu tidur kurang, produksi sitokin menurun, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

Pendaki yang kurang tidur juga lebih cepat kehilangan cairan dan energi karena metabolisme tubuhnya terganggu. Di suhu dingin pegunungan, kondisi ini dapat memperparah rasa lelah dan menggigil. 

Itulah sebabnya, mengapa tidak boleh mendaki saat kurang tidur karena tubuh tidak punya cukup tenaga untuk beradaptasi dengan perubahan suhu ekstrem.

3. Risiko Gangguan Jantung Meningkat saat Kurang Tidur

Pendakian gunung menuntut kerja jantung yang lebih berat karena kadar oksigen menurun di ketinggian. Bila seseorang kurang tidur, sistem kardiovaskular menjadi tidak stabil. Detak jantung meningkat, tekanan darah sulit dikontrol, dan tubuh cepat lelah.

Kombinasi antara kelelahan dan kekurangan oksigen dapat memicu pusing, sesak napas, atau bahkan kolaps di tengah jalur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Augustman.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Bahaya Mendaki Gunung saat Kurang Tidur, Jangan Nekat!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!