Ilustrasi seseorang mengidap herpes genital. (Freepik)
INDOZONE.ID - Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum, sekaligus paling mengkhawatirkan.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes Simplex tipe 2 (HSV-2), yang masih berkerabat dekat dengan virus penyebab luka melepuh di bibir (cold sore), atau demam lepuh yang disebabkan oleh Herpes Simplex tipe 1 (HSV-1).
Meskipun lebih jarang dibandingkan HSV-1, herpes genital tergolong lebih berbahaya. Salah satu alasan utamanya adalah, karena gejalanya sering kali tidak dikenali atau disalahartikan sebagai masalah kulit biasa.
Akibatnya, pengobatan kerap tertunda hingga infeksi menyebar lebih luas. Berikut, enam hal penting yang perlu diketahui tentang herpes genital, dikutip dari Medical Daily:
Baca juga: Enggak Nyangka! Vaksin Herpes Zoster Diklaim Bisa Turunkan Risiko Demensia, Ini Kata Ahli
Herpes genital biasanya muncul dalam bentuk kumpulan lepuhan kecil berisi cairan yang mudah pecah, dan menimbulkan luka nyeri.
Luka ini kemudian akan berkerak dan sembuh dalam beberapa hari. Lepuhan dapat muncul di area kelamin, seperti penis, skrotum, vagina, vulva, uretra, anus, paha, maupun bokong.
Banyak penderita tidak menunjukkan gejala klasik herpes. Luka herpes kadang tampak seperti iritasi akibat cukur (razor burn), jerawat, gigitan serangga, jock itch (gatal di area paha dan selangkangan), wasir, rambut yang tumbuh ke dalam, atau infeksi jamur vagina.
Karena gejala mirip dengan keluhan kulit lain, diagnosis dan pengobatan sering terlambat dilakukan.
Infeksi herpes genital pertama kali biasanya menimbulkan gejala paling parah. Seperti nyeri hebat, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Namun, setelah serangan pertama, penderita umumnya hanya akan mengalami dua kali kekambuhan seumur hidup, dan gejalanya cenderung lebih ringan.
Jika seseorang mencurigai dirinya terkena herpes genital, langkah terbaik adalah melakukan tes darah.
Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan keberadaan virus, dan memberikan pengobatan antivirus yang sesuai. Hal itu untuk mengendalikan gejala dan mencegah penularan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily