Ilustrasi anak kecil bermain di genangan air. (freepik)
INDOZONE.ID - Musim hujan sering meninggalkan genangan air di berbagai tempat. Mulai dari halaman rumah hingga sudut jalan.
Banyak orang mengira, genangan tersebut tidak berbahaya. Padahal, bahaya genangan air hujan bisa memicu berbagai penyakit.
Jika tidak waspada, kontak langsung dengan air yang tercemar dapat meningkatkan risiko kesehatan. Berikut di antaranya.
Ilustrasi genangan air setelah hujan. (freepik)
Salah satu penyakit akibat genangan air yang paling sering terjadi adalah leptospirosis. Bakteri Leptospira berasal dari urine tikus atau hewan liar lainnya, yang terbawa aliran air lalu mengumpul di area tergenang.
Bakteri ini bisa hidup berhari-hari, dan mudah masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit.
Kasus leptospirosis umumnya meningkat ketika terjadi bahaya genangan air usai hujan, terutama di daerah perkotaan dengan sistem drainase buruk.
Gejalanya mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan ginjal. Karena itu, menghindari genangan air kotor menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.
Baca juga: Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatas
Air yang tidak mengalir adalah tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah, hanya membutuhkan sedikit air untuk bertelur.
Dalam hitungan hari, larva bisa berubah menjadi nyamuk dewasa dan meningkatkan risiko kesehatan dari genangan air, terutama pada musim penghujan.
Setelah hujan turun, kondisi lembap membuat nyamuk lebih aktif. Membersihkan dan mengeringkan genangan air sesegera mungkin dapat membantu memutus siklus berkembang biaknya nyamuk.
Baca juga: Waduh! Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?
Genangan air hujan sering bercampur dengan sampah, kotoran, dan bakteri dari berbagai sumber. Ketika kulit bersentuhan dengan air seperti ini terlebih jika ada luka kecil yang tidak disadari, maka risiko infeksi kulit meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com