Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 16:30 WIB

Kebiasaan Skip Sarapan Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya

Kebiasaan Skip Sarapan Ternyata Berbahaya, Ini FaktanyaIlustrasi Skip Sarapan (Sumber: pexels-mikhail-nilov)

INDOZONE.ID - Pagi-pagi, banyak dari kita sering melewatkan sarapan, entah karena buru-buru, belum lapar, atau cuma ingin “hemat kalori.” Tapi siapa sangka, kebiasaan skip sarapan ternyata bisa berdampak serius bagi kesehatan, bahkan bahayanya mungkin lebih besar daripada yang kita kira.

Metabolisme Jadi Guncang

Saat kamu melewatkan sarapan, tubuh sebenarnya sedang “kelaparan” setelah puasa semalaman. Menurut studi dari PubMed, skip sarapan bisa meningkatkan kadar gula darah rata-rata dalam 24 jam. Artinya, tubuh jadi kurang stabil mengatur glukosa, yang berisiko meningkatkan resistensi insulin.

Bahkan meski makan siang dan malam tetap tercukupi, penelitian menunjukkan melewatkan sarapan berulang kali memperparah fluktuasi gula darah. Dalam uji coba enam hari, peserta yang skip sarapan mengalami kenaikan glukosa lebih tinggi pada malam hari dan setelah makan siang dibanding mereka yang sarapan.

Baca juga: Dampak Jika Skip Sarapan dan Hanya Minum Kopi Bagi Kesehatan

Risiko Penyakit Kronis

Bahaya skip sarapan nggak cuma soal gula darah, kebiasaan ini juga terkait dengan risiko penyakit jantung dan masalah metabolik. Meta-analisis dari berbagai penelitian menunjukkan orang yang sering melewatkan sarapan punya risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Bahkan risiko kematian akibat segala penyebab (“all-cause mortality”) juga meningkat.

Selain itu, penelitian observasional menemukan bahwa melewatkan sarapan bisa terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Jadi, skip sarapan bukan sekadar “mengurangi makan pagi,” tapi bisa jadi awal dari masalah metabolik serius.

Lemak Jahat (LDL) Naik

Dalam satu studi acak terkendali (RCT), orang yang melewatkan sarapan dalam jangka waktu tertentu justru mengalami peningkatan kadar kolesterol LDL, alias kolesterol “jahat”. Kadar LDL tinggi ini bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung di masa depan. Jadi, meski berat badan mungkin sedikit turun saat skip sarapan, dampak buruk jangka panjangnya justru bisa lebih besar.

Peradangan dan Ritme Tubuh yang Berantakan

Skip sarapan juga bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh, jam biologis yang mengatur banyak proses penting seperti metabolisme dan hormon. Dalam sebuah penelitian crossover, ditemukan bahwa melewatkan sarapan meningkatkan respons insulin setelah makan dan memicu potensi peradangan dalam sel darah.

Kalau peradangan kronis muncul, risiko penyakit kardiovaskular bisa meningkat. Selain itu, tubuh yang “di-reset” oleh puasa panjang di pagi hari bisa membuat regulasi metabolik jadi kurang fleksibel.

Risiko Kanker dan Masalah Pencernaan

Kebiasaan Skip Sarapan Ternyata Berbahaya, Ini FaktanyaIlustrasi masalah pencernaan. (Freepik)

Ternyata, bahaya skip sarapan juga terkait dengan risiko kanker. Sebuah studi kohort besar menemukan bahwa orang yang jarang sarapan punya risiko lebih tinggi terkena kanker saluran cerna, seperti kanker lambung, usus, hati, hingga saluran empedu. Jadi, ini bukan sekadar “melewatkan makan,” tapi bisa berdampak pada organ-organ besar dalam tubuh.

Selain itu, melewatkan sarapan dalam jangka panjang bisa merugikan sistem pencernaan. Lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan, yang seiring waktu bisa meningkatkan risiko luka lambung (ulkus) atau masalah pencernaan lainnya.

Pola Makan Lain Ikut Berantakan

Orang yang melewatkan sarapan cenderung makan lebih banyak di waktu berikutnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa skip sarapan justru membuat kita makan berlebihan untuk “menebus” energi yang hilang, tapi tubuh tidak selalu bisa menyesuaikan. Selain itu, rasa lapar yang berlebihan sering membuat kita memilih makanan tinggi gula atau lemak tidak sehat.

Baca juga: Pola Makan yang Bisa Menyebabkan Obesitas, Salah Satunya Sering Skip Sarapan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PubMed, Cambridge.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kebiasaan Skip Sarapan Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!