Ilustrasi minuman manis penyebab kolesterol tinggi. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Coba deh, flashback rutinitas kamu hari ini. Pagi ngopi susu gula aren, siang jajan boba dan snack kriuk, malam nongkrong bareng sambil ngemil dessert box. Kelihatannya wajar-wajar aja, ya?
Tapi sadar nggak, kalau tanpa disadari kamu udah ngasih tubuhmu asupan gula jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan?
Jawabannya sederhana: praktis, murah, estetik, dan pastinya viral di medsos.
Siapa sih yang nggak tergoda sama aesthetic coffee shop, dessert lucu, atau minuman warna-warni di TikTok?
Apalagi, makanan manis sering jadi pelarian ketika:
“Mau self-reward karena capek.”
“Ngopi biar semangat kerja.”
“Lagi badmood, cari yang manis-manis.”
Kebiasaan ini akhirnya jadi rutinitas yang susah banget dihentikan, apalagi kalau udah jadi ‘coping mechanism’ tiap hari.
Masalahnya, makanan dan minuman manis itu kaya kalori tapi miskin gizi.
Tubuh kamu memang butuh energi dari kalori, tapi juga perlu vitamin, serat, mineral, lemak baik, protein, dan zat gizi lain. Sayangnya, itu semua minim banget di minuman manis favoritmu.
Biar makin kebayang, satu gelas boba ukuran besar bisa mengandung 300 kalori dan 4–7 sendok makan gula.
Padahal menurut Kementerian Kesehatan RI, batas aman konsumsi gula adalah 4 sendok makan per hari.
Kebayang dong, baru minum boba aja udah nyentuh batas maksimal. Belum makan nasi, roti, atau jajan lainnya.
Baca juga: Awas, 5 Makanan Sehari-hari Ini Bikin Gula Darah Naik Drastis!
Ilustrasi penggemar makanan manis. (Freepik)
Kalau kebiasaan ini terus berlanjut, efeknya bakal terasa pelan-pelan.
Bukan sekarang, tapi bisa muncul saat kamu masuk usia 25 ke atas.
Berikut ini dampak buruk konsumsi gula berlebih:
Berat badan naik tanpa sadar
Kulit jadi kusam, jerawatan, hormon nggak stabil
Mood swing, gampang capek
Risiko prediabetes dan gangguan metabolik
Pencernaan bermasalah (apalagi kalau kamu intoleran laktosa)
Menurut Riskesdas Kemenkes RI tahun 2023, sebanyak 61,7% masyarakat Indonesia mengonsumsi gula secara berlebihan, yaitu 12–20 sendok makan per hari. Itu berarti tiga kali lipat dari batas aman.
Tenang, kamu nggak perlu langsung puasa total boba atau dessert.
Yang penting, kamu pelan-pelan ubah mindset dan kebiasaan. Mulai dari langkah kecil ini:
Kalau lagi beli kopi atau boba, biasakan bilang “less sugar”. Hindari topping ekstra manis seperti cream cheese, brown sugar, atau jelly berlapis-lapis.
Coba bikin infused water, kombucha, teh buah asli, atau smoothie tanpa gula tambahan. Masih estetik, tetap sehat.
Kalau lagi craving cokelat karena stres, coba ganti dengan almond, pisang, atau kacang hijau yang kaya magnesium. Sama-sama bisa bantu mood tapi jauh lebih sehat.
Self-reward itu perlu, tapi jangan dijadikan alasan untuk konsumsi gula setiap hari. Makan enak itu hak, tapi makan dengan sadar adalah bentuk sayang ke diri sendiri.
Baca juga: Benarkah Cuka Apel Bisa Turunkan Gula Darah? Ini Kata Dokter!
Gula bukan sesuatu yang harus dihindari total, tapi juga bukan solusi untuk semua rasa stres, lelah, atau badmood.
Konsumsilah seperlunya, sesuai kebutuhan, bukan sekadar karena keinginan.
Karena sebenarnya, yang manis itu bukan cuma dessert. Tapi juga kulit yang glowing, hormon yang stabil, energi yang cukup, dan tubuh yang fit buat ngejar impian. Kamu yang hidup sehat dan bahagia? Itu baru manis yang sebenarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkes.go.id, Who.int