Ilustrasi penyakit gonore dan pentingnya mengetahui fakta sebenarnya. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Gonore masih menjadi salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling banyak ditemukan di dunia. Meski mudah diobati, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila terlambat ditangani.
Namun, banyak kasus yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Penanganan gonore umumnya menggunakan antibiotik dan sangat efektif jika dilakukan sedini mungkin.
Dikutip dari Medical News Today, pada 2019, tercatat 616.392 kasus gonore di Amerika Serikat. Karena merupakan penyakit wajib lapor, setiap diagnosis harus dilaporkan ke sistem pemantauan penyakit nasional.
Hal itu untuk membantu perencanaan strategi penanganan dan pencegahan penyakit tersebut.
Pada perempuan, gonore yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul (PID), yang berpotensi menyebabkan infertilitas.
Pada laki-laki, infeksi dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada saluran sperma yang juga dapat berujung pada kemandulan.
Baca juga: Geger! Kemenkes Temukan Kasus Gonore dan Sifilis pada Remaja Usia 15 Tahun
Banyak penderita gonore tidak mengalami gejala. Namun jika gejala muncul, biasanya ditandai dengan rasa terbakar saat buang air kecil.
Pada laki-laki, gejala dapat meliputi:
Ilustrasi penyakit gonore. (FREEPIK)
Pada perempuan, gejala yang dapat muncul:
Gejala rektal (anus) bila tertular melalui seks anal:
Jika tertular melalui seks oral, gonore dapat menginfeksi tenggorokan, meski sering tanpa gejala.
Gonore juga dapat menyebabkan konjungtivitis (mata merah), jika cairan semen atau cairan vagina yang terinfeksi mengenai mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today