Ilustrasi dokter melakukan vaksin pada anak. (Children's Wellness Center)
INDOZONE.ID - Sebagai orang tua, pernah nggak sih kamu ngeri duluan saat si kecil demam setelah vaksin? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang tua yang langsung panik, mikir, “Kok bayi demam? Bukannya vaksinnya aman?” Padahal, demam setelah vaksin pada bayi itu sering kali adalah hal normal dan bahkan bisa jadi tanda bahwa sistem imun si kecil sedang “bekerja” efektif. Yuk, kita bongkar alasannya satu per satu.
Vaksin bekerja dengan cara “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bayi untuk mengenali musuh, seperti virus atau bakteri, tanpa membuat bayi sakit. Artinya, ketika vaksin diberikan, tubuh bayi akan berpikir, “Whoa, ada musuh!”, lalu mempersiapkan pasukan, yakni sel kekebalan dan antibodi agar kalau suatu saat tertular, tubuh sudah siap.
Nah, respons tubuh itu bisa berupa rasa malas, lelah, atau demam ringan. Jadi, demam bukan karena vaksin, tapi justru bagian dari proses alami tubuh membangun pertahanan.
Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Vaksin Polio untuk Setiap Anak agar Tidak Alami Kelumpuhan, Apa Saja?
Menurut para ahli dari Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP), demam setelah vaksin terjadi karena sistem imun bereaksi terhadap “antigen” vaksin. Saat antigen itu dikenali, tubuh memproduksi zat kimia (seperti sitokin) yang menaikkan suhu tubuh agar sel imun bisa bekerja lebih efektif.
Faktanya, dari banyak kasus vaksinasi, demam bersama gejala ringan seperti lesu, mudah rewel, atau kemerahan di sekitar bekas suntikan adalah efek samping umum yang biasanya hilang dalam 1–2 hari saja.
Kalau demamnya ringan (misalnya suhu tubuh naik sedikit, bayi tetap bisa menyusu/minum, masih mau digendong), ini umumnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Justru bisa diartikan sebagai tanda imun bekerja.
Tapi penting diingat, ada kalanya demam bisa lebih “berisik”: misalnya sangat tinggi, berlangsung lebih dari 2–3 hari, atau disertai gejala lain seperti kesulitan bernapas, ruam luas, atau kejang. Dalam kasus vaksin tertentu (misalnya vaksin gabungan), ada sedikit peningkatan risiko kejang demam (febrile seizure), meski ini sangat jarang.
Jadi, kalau bayi kamu demam setelah vaksinasi, bukan berarti langsung panik, tapi tetap pantau dan waspada terhadap perkembangan gejalanya.
Ilustrasi anak demam (panadol.ro)
Banyak orang tua berpikir, “Ah, kalau demam berarti vaksinnya nggak cocok, dong.” Padahal kenyataannya, demam malah bisa jadi sinyal kalau vaksin sedang “mengajarkan” sistem imun bayi dengan benar.
Dan nggak semua bayi pasti demam; beberapa aman-aman saja tanpa demam. Semua itu wajar.
Kalau bayi demam setelah vaksin, ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Pesan penting: efek samping ringan seperti demam, kemerahan, atau rewel adalah hal yang diharapkan dan normal. Tapi kalau gejala makin parah, jangan ragu untuk menghubungi dokter, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cdc.gov, Chop.edu