Ilustrasi sarapan kaya vitamin D (freepik)
INDOZONE.ID - Kekurangan vitamin D adalah kondisi medis umum yang dapat mengganggu kesehatan tulang, otot, dan fungsi imun.
Keadaan ini sering terjadi secara global, terutama pada individu berusia lanjut dan mereka yang memiliki kulit lebih gelap karena produksi vitamin D dari sinar matahari cenderung lebih rendah.
Mengenali tanda-tanda kekurangan vitamin D adalah langkah awal untuk mencegah dampak kesehatan serius, seperti osteomalasia dan rakhitis.
Baca juga: Dokter Ungkap Vitamin D Tingkatkan Peluang Berhasil Hamil, Asmirandah Merasakan Manfaatnya
Ilustrasi vitamin dan suplemen (Pexels/Polina Tankilevitch)
Setiap orang dapat terkena kondisi ini. Namun, risiko lebih tinggi muncul pada individu dengan karakteristik berikut:
Baca juga: Benarkah Vitamin A Bisa Cegah Campak? Ini Fakta Medisnya yang Wajib Kamu Tahu
Kekurangan vitamin D dapat terjadi karena tubuh tidak mendapat asupan yang cukup atau karena adanya gangguan dalam proses penyerapan.
Penyakit yang memengaruhi usus, seperti:
Kondisi-kondisi ini dapat membuat tubuh sulit menyerap vitamin D dari makanan, sehingga kadarnya menurun drastis.
Ilustrasi makanan sumber vitamin D dan K (Pexels/Daria Shevtsova)
Operasi penurunan berat badan (bariatrik), khususnya yang melibatkan pemotongan usus, dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap nutrisi. Pasien biasanya membutuhkan suplemen seumur hidup agar kadar vitamin D tetap stabil.
Beberapa obat dapat memengaruhi metabolisme vitamin D dalam hati, termasuk:
Baca juga: Ternyata 3 Vitamin Ini Bisa Bikin Kamu Panjang Umur!
Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan ini perlu dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan.
Untuk mengatasi dan mencegah kekurangan vitamin D, Anda dapat menggabungkan tiga sumber utama, yaitu paparan sinar matahari yang aman, asupan makanan yang diperkaya, dan suplemen.
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplementasi untuk menentukan dosis yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: My.clevelandclinic.org