burger tidak sehat (freepik @wahyu_t)
INDOZONE.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa burger tidak sehat padahal bahan utamanya terdiri dari roti, daging, dan sayuran?
Banyak orang menyukai hidangan cepat saji ini karena rasanya yang gurih dan kepraktisannya. Namun, mengonsumsi burger secara berlebihan dapat membawa risiko kesehatan.
Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, "burger tidak sehat bila dikonsumsi berlebihan karena kandungan nutrisinya tidak seimbang dan proses pengolahannya kurang ideal."
Inti permasalahannya terletak pada ketidakseimbangan nutrisi, di mana lemak, natrium, dan kalori mendominasi.
Artikel ini akan mengupas tuntas alasan utama bahaya burger bagi kesehatan, mulai dari kandungan kalori tersembunyi hingga zat aditif dalam komposisinya.
Baca juga: Benarkah Makanan Manis Bikin Susah Tidur? Berikut Penjelasannya
Meskipun komponennya tampak sederhana, burger merupakan paket padat kalori dan lemak jenuh. Roti, daging olahan (patty), keju, dan saus, semuanya berkontribusi besar terhadap tingginya nilai gizi yang kurang seimbang ini.
Dr. Alberta Jesslyn Gunardi menegaskan, "Meskipun terdapat protein dan serat dari daging dan sayur, kandungan tersebut kalah oleh kadar lemak dan kalorinya yang sangat tinggi."
Karena kandungan lemak jenuh yang dominan, burger menjadi makanan yang tidak sehat apabila sering dikonsumsi.
burger tidak sehat (pixabay @wahyu_t)
Argumen bahwa "burger sehat karena ada sayur" sering kali tidak relevan jika dilihat dari rasio gizi. Meskipun terdapat selada, irisan tomat, atau acar timun, jumlah sayuran dalam satu porsi burger cenderung sangat sedikit.
Dr. Alberta Jesslyn Gunardi menyoroti ketidakseimbangan gizi ini "Porsi sayuran tidak sebanding dengan lapisan daging, keju, serta saus yang semuanya menambah lemak dan natrium."
Alhasil, meskipun fungsi serat dari sayuran sedikit membantu, struktur gizi total burger tetaplah tidak seimbang, sehingga profil nutrisinya buruk.
Baca juga: Wajib Tahu! 4 Makanan yang Harus Kamu Hindari saat Bronkitis Agar Gak Makin Parah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter