INDOZONE.ID - Plank sering dianggap sebagai latihan yang aman dan mudah untuk memperkuat otot inti.
Namun, kenyataannya tidak sedikit orang mengeluhkan siku terasa nyeri saat atau setelah plank. Kondisi ini kerap diabaikan karena dianggap wajar.
Berikut penyebab siku nyeri saat atau setelah plank.
Baca juga: 7 Teknik Ampuh agar Plank Lebih Konsisten dan Tidak Tremor
Olahraga plank dapat meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh. (freepik.com)
Plank adalah latihan isometrik yang melibatkan kontraksi otot tanpa pergerakan sendi besar. Selama plank, otot perut, punggung bawah, bahu, glute, serta otot penopang lengan bekerja secara bersamaan untuk menjaga stabilitas tubuh.
Pada variasi forearm plank, siku menjadi titik tumpu utama berat badan bagian atas. Inilah alasan nyeri siku saat melakukan plank sering terjadi.
Beban tubuh diteruskan langsung ke sendi siku, jaringan lunak di sekitarnya, serta saraf yang berada dekat permukaan kulit.
Jika tekanan ini berlangsung lama atau tidak terdistribusi dengan baik, siku dapat mengalami iritasi hingga peradangan ringan.
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab siku nyeri saat atau setelah plank antara lain:
- Tekanan statis berkepanjangan pada sendi siku tanpa jeda pemulihan
- Posisi siku yang tidak sejajar dengan bahu, sehingga beban bertumpu tidak merata
- Permukaan latihan terlalu keras, yang meningkatkan tekanan lokal pada jaringan siku
- Kelelahan otot inti, membuat beban berpindah ke siku dan bahu
Ketika otot inti mulai melemah, tubuh cenderung “mengandalkan” siku sebagai penopang, sehingga risiko nyeri semakin besar.
Baca juga: Kamu Merasa Plank Kurang Efektif? Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi dan Harus Dihindari!
Nyeri siku tidak selalu muncul sebagai rasa sakit hebat. Beberapa gejala cedera siku akibat salah posisi plank yang sering diabaikan antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emedihealth.com