Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 21:00 WIB

Susah Lepas dari Kebiasaan Buruk? Ini Cara Efektif Menghentikannya Menurut Psikologi

Susah Lepas dari Kebiasaan Buruk? Ini Cara Efektif Menghentikannya Menurut PsikologiIlustrasi kebiasaan buruk pria. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu ngerasain susah banget buat berhenti dari kebiasaan buruk? Entah itu nunda-nunda kerja, scrolling TikTok tanpa henti, kebiasaan ngemil larut malam, atau kebiasaan lain yang kayaknya “udah jadi bagian hidup”? Kamu nggak sendirian, kok. Psikologi menyebut kalau kebiasaan itu sebenarnya terdiri dari pola otomatis yang berjalan tanpa kita sadari, dan itulah yang bikin kebiasaan tersebut sulit dihentikan.

Tapi kabar baiknya, ada metode yang terbukti secara psikologis efektif buat membantu kamu mengubah atau menghilangkan kebiasaan buruk itu. Yuk, kita bahas langkah-langkahnya!

Baca juga: Berbagai Kebiasaan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Otak Eksternal

Kenapa Kebiasaan Itu Susah Dihentikan? Ini Penjelasan Psikologisnya

Menurut riset psikologi, kebiasaan berjalan dalam struktur yang disebut habit loop, yang terdiri dari cue (pemicu), routine(rutinitas), dan reward (hadiah). Otak kita akan:

  1. Mendeteksi pemicu tertentu (misalnya bosan, stres, atau lokasi tertentu).
  2. Melakukan rutinitasnya (misalnya membuka Instagram).
  3. Mendapat hadiah (sensasi senang atau dopamin).

Hal ini membuat rutinitas lama jadi otomatis dan “tertanam” dalam otak.

Karena kebiasaan berjalan secara autopilot, sekadar niat “aku harus berhenti” sering kali nggak cukup. Kita perlu memahami struktur kebiasaan itu dulu supaya bisa mengubahnya.

1. Kenali Pemicu Kebiasaan Burukmu

Langkah pertama yang disarankan psikologi adalah mengetahui apa yang memicu kebiasaan itu muncul. Misalnya, kamu membuka TikTok ketika sedang bosan atau jenuh. Dengan mengetahui pemicunya, kamu bisa memutus loop kebiasaan tersebut.

Coba catat selama beberapa hari:

  • Kapan kamu melakukan kebiasaan buruk?
  • Apa yang kamu rasakan saat itu?
  • Apa yang terjadi sebelum kebiasaan itu muncul?

Dengan begitu, kamu jadi lebih sadar terhadap pola kebiasaan, bukan cuma menyerahkan semuanya ke “keinginan”.

2. Ganti Kebiasaan Buruk dengan yang Baik, Bukan Cuma Menghentikannya

Psikologi modern menyebut, berhenti dari kebiasaan buruk tanpa memberi pengganti sering kali gagal. Soalnya, otak kita merasa ada “ruang kosong” yang ingin diisi lagi, dan akhirnya kembali ke kebiasaan lama.

Misalnya:

  • Daripada cuma memaksa berhenti ngemil tiap malam, lebih baik ganti dengan buah atau teh herbal yang kamu suka.
  • Daripada sekadar melarang diri sendiri berhenti scrolling, siapkan buku favorit atau dengarkan podcast saat bosan.

Jadi, ini bukan cuma soal berhenti melakukan sesuatu, tapi memberi otak pilihan baru yang tetap terasa nyaman, dengan cara yang lebih sehat.

3. Ubah Lingkungan agar Kebiasaan Buruk Lebih Sulit Dilakukan

Susah Lepas dari Kebiasaan Buruk? Ini Cara Efektif Menghentikannya Menurut PsikologiMIlustrasi membangun kebiasaan baik (freepik).

Fakta psikologis lainnya, lingkungan punya pengaruh besar terhadap kebiasaan kita. Apa yang ada dan terlihat di sekitar sering jadi pemicu kebiasaan lama muncul lagi tanpa disadari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Heart.org, Tougherminds.co.uk

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Susah Lepas dari Kebiasaan Buruk? Ini Cara Efektif Menghentikannya Menurut Psikologi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!