Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 13:15 WIB

Bukan Sekadar Camilan, Cokelat Hitam Rupanya Berpotensi Perlambat Penuaan

Bukan Sekadar Camilan, Cokelat Hitam Rupanya Berpotensi Perlambat PenuaanIlustrasi cokelat hitam. (Freepik)

INDOZONE.ID - Apakah mengonsumsi cokelat hitam dalam jumlah banyak, dapat membantu memperlambat penuaan biologis

Pertanyaan ini mulai mendapat perhatian setelah sebuah studi terbaru mengungkapkan, potensi senyawa bernama theobromine, yang banyak ditemukan dalam kakao dan cokelat hitam.

Theobromine secara kimia mirip dengan kafein, tetapi memiliki efek stimulan yang jauh lebih ringan. Senyawa ini ditemukan dalam kakao dan, dalam jumlah lebih kecil, pada kopi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Aging menemukan, individu dengan kadar theobromine tertinggi dalam darah, menunjukkan penanda epigenetik yang berkaitan dengan penuaan biologis yang lebih lambat.

Apa Itu Theobromine?

Dikutip dari Medical News Today, theobromine adalah senyawa fitokimia bioaktif yang berasal dari tanaman, dan mampu memengaruhi fisiologi manusia. 

Sumber utama theobromine dalam pola makan manusia adalah, cokelat, khususnya cokelat hitam, dan kopi.

Dalam biji kakao, theobromine menyusun sekitar 3,3 persen dari berat totalnya. Meski mirip secara struktur dengan kafein, para ahli menilai, theobromine sebagai stimulan sistem saraf pusat yang lebih ‘lembut’.

Baca juga: Rahasia Sehat dari Cokelat dan Teh: Flavonoid Pelindung Jantung

Salah satunya, karena senyawa ini tidak mudah menembus sawar darah-otak seperti kafein.

Dalam dosis tinggi, theobromine dapat bersifat toksik bagi manusia. Namun, kadar yang dikonsumsi melalui makanan sehari-hari umumnya aman. 

Berbeda dengan manusia, kucing dan anjing memetabolisme theobromine jauh lebih lambat, sehingga cokelat bisa berbahaya bagi hewan peliharaan tersebut.

Bukan Sekadar Camilan, Cokelat Hitam Rupanya Berpotensi Perlambat PenuaanIlustrasi cokelat hitam. (Freepik)

Memahami Penuaan Biologis

Penuaan kronologis, merujuk pada usia berdasarkan waktu sejak seseorang lahir. Sementara itu, penuaan biologis menggambarkan kondisi fisiologis sel,  jaringan, dan organ tubuh.

Seseorang bisa saja berusia 80 tahun secara kronologis, tetapi memiliki usia biologis lebih muda, jika menjalani gaya hidup sehat, bebas penyakit serius, dan aktif secara fisik. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Sekadar Camilan, Cokelat Hitam Rupanya Berpotensi Perlambat Penuaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!