INDOZONE.ID - Bau ketiak sering menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri, bahkan setelah mandi.
Bau ketiak pada dasarnya disebabkan oleh interaksi antara keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin dengan bakteri di permukaan kulit.
Kelenjar apokrin banyak terdapat di area ketiak dan menghasilkan keringat yang lebih berminyak.
Ketika bakteri memecah kandungan lemak dan protein dalam keringat tersebut, timbullah aroma yang kita kenal sebagai bau badan atau bau ketiak.
Penyebab lain bau ketiak yang susah hilang meliputi kondisi kesehatan seperti ketidakseimbangan hormon, atau konsumsi makanan tertentu (seperti bawang, rempah-rempah kuat, dan alkohol) yang memengaruhi aroma keringat.
Baca juga: Kenapa Bau Mulut Tetap Muncul Setelah Sikat Gigi? Kenali 7 Penyebab Bau Mulut yang Sering Terabaikan
Untuk kasus bau ketiak yang berat atau terkait dengan keringat berlebih, solusi medis sering kali menjadi pilihan terbaik untuk mengontrol bau ketiak secara permanen.
Antiperspirant dan deodoran membantu mengurangi bau ketiak secara langsung.
Ilustrasi bau badan (Pixabay/Hire Me. Link in About Me)
Botulinum toxin atau botox digunakan untuk mengatasi bau ketiak akibat keringat berlebih (hiperhidrosis).
Suntikan ini bekerja dengan menghambat saraf pemicu produksi keringat. Efeknya dapat bertahan beberapa bulan dan sangat efektif untuk kasus bau ketiak berat.
Aluminum chloride dalam antiperspirant medis memiliki kadar yang jauh lebih tinggi daripada produk biasa.
Baca juga: Sering Bau Badan Saat Panas? Hindari Bahan Baju Ini dan Pilih yang Menyerap Keringat
Kandungan ini sangat efektif membantu mengurangi jumlah keringat di area ketiak. Dengan keringat yang berkurang drastis, bakteri penyebab bau ketiak juga menurun signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com