Ilustrasi penyakit sendi (Freepik)
INDOZONE.ID - Penyakit sendi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup penderitanya.
Jika dibiarkan, penyakit sendi berisiko menimbulkan dampak lebih serius pada fungsi tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dampak serta langkah pencegahannya sejak dini.
Berikut penjelasan mengenai dampak dan cara pencegahannya.
Penyakit sendi seperti osteoarthritis dan rematik menyebabkan rasa nyeri, kaku, hingga keterbatasan gerak.
Jika tidak ditangani dengan tepat, peradangan sendi dapat berkembang dan berdampak pada organ lain, termasuk jantung, sistem saraf, dan mata.
Baca juga: 6 Cara Alami Mengatasi Nyeri Sendi Tanpa Obat, Apa Saja?
Kondisi ini membuat penderita mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan. Banyak orang baru menyadari dampaknya saat keluhan sudah cukup parah.
Padahal, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Maka dari itu, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sendi pun perlu terus ditingkatkan, terutama bagi para perempuan.
Penyakit sendi diketahui lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Hormon estrogen diduga berperan dalam memengaruhi sistem imun, sehingga meningkatkan risiko penyakit autoimun.
Baca juga: 5 Minuman Ini Bisa Melawan Nyeri Sendi dan Pegal Linu
Pada kondisi ini, sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk sendi. Akibatnya, sendi mengalami peradangan, nyeri, bengkak, hingga sulit digerakkan.
Karena bersifat sistemik, penyakit ini juga dapat memengaruhi organ tubuh lain jika tidak ditangani dengan baik.
Melihat bahayanya dampak dari peradangan sendi ini, maka penting bagi kita untuk menutrisi tubuh dengan lengkap dan sedini mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Rilis, Reumatologi.or.id