Ilustrasi vaksin (healthaffairs)
INDOZONE.ID - Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, masih banyak anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.
Kondisi ini tercatat pada periode 2014 hingga 2016, di mana sekitar 1,7 juta anak belum menerima imunisasi rutin lengkap.
Padahal, imunisasi berperan besar dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan terlindungi.
Oleh karena itu, diskusi mengenai apakah vaksin penting menjadi sangat relevan saat ini, terutama untuk menjamin masa depan generasi penerus bangsa.
Imunisasi dilakukan melalui pemberian vaksin secara suntikan atau tetesan oral. Tujuannya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Dengan perlindungan ini, tubuh mampu melawan penyakit berbahaya.
Baca juga: Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin Dengue Satu Dosis, Harapan Baru Lawan Demam Berdarah
Meskipun ilmu medis telah membuktikan efektivitasnya, pertanyaan 'apakah vaksin penting?' sering muncul di kalangan orang tua.
Jawabannya adalah ya, vaksin sangat direkomendasikan bagi anak sejak usia dini. Hal ini didasarkan pada manfaat medis yang telah terbukti, didukung oleh data epidemiologis nasional dan global.
Pemberian vaksin pada anak bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan sebuah tindakan preventif yang membawa banyak manfaat krusial:
Ilustrasi dokter melakukan vaksin pada anak. (Children's Wellness Center)
Pemberian vaksin rutin lengkap membantu tubuh membentuk antibodi spesifik. Antibodi ini berfungsi melawan berbagai penyakit menular.
Anak yang telah menerima vaksin tetap bisa terinfeksi, namun gejalanya cenderung lebih ringan karena tubuh sudah memiliki kekebalan yang terbentuk.
Selain itu, sistem imun anak menjadi lebih siap menghadapi paparan penyakit. Dengan demikian, risiko komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan berkat adanya vaksin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloamhospitals.com