INDOZONE.ID - Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi untuk memperluas cakupan imunisasi di wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor. Perluasan tersebut menyasar tiga target utama.
Indri menjelaskan, tiga sasaran tersebut meliputi pemberian imunisasi tambahan di pos-pos pengungsian, di lokasi yang terdampak langsung bencana, serta di wilayah yang ditemukan suspek campak.
Sebelumnya, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran tentang Penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di tiga provinsi terdampak bencana. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemui sejumlah kendala.
“Tantangannya antara lain ketersediaan vaksin, fasilitas penyimpanan yang rusak, serta keterbatasan tenaga vaksinator di lapangan,” kata Indri di Jakarta, dikutip Selasa (23/12/2025).
Ia menekankan sedikitnya tiga alasan pentingnya imunisasi di wilayah terdampak bencana. Pertama, untuk melindungi individu karena imunisasi membentuk antibodi sehingga mencegah penyakit berat, kecacatan, bahkan kematian.
Baca juga: Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan RSUD di Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor
“Kedua, dari sisi orang lain, imunisasi membentuk kekebalan kelompok. Transmisi bibit penyakit dapat tertahan, dan jika pun menyebar tidak menimbulkan penyakit berat karena banyak yang sudah divaksin,” ujarnya.
Ketiga, imunisasi juga melindungi keluarga dan lingkungan sekitar. Anak-anak yang hidup bersama orang tua dan keluarga akan lebih aman jika mendapatkan perlindungan imunisasi.
Indri menambahkan, Kemenkes memiliki program imunisasi kejar yang ditujukan bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal usia.
“Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Semua anak harus mendapatkan imunisasi untuk membangun herd immunity dan mencegah kejadian luar biasa PD3I,” katanya.
Baca juga: Kemenkes: 95,8 Persen Peserta Cek Kesehatan Gratis Kurang Aktivitas Fisik
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mulai mewaspadai penyakit menular di titik-titik pengungsian korban banjir di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak bencana pada November 2025.
Pelaksana Harian Kepala Dinkes Aceh Ferdiyus mengatakan para pengungsi mulai mengalami sejumlah penyakit menular, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal-gatal, dan diare.
“Kami juga mengkhawatirkan campak karena berpotensi menjadi kejadian luar biasa jika menular,” ujar Ferdiyus di Banda Aceh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA