Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 15 JANUARI 2026 • 20:40 WIB

Mengenal Brain Zaps: Sensasi Kejut di Otak yang Sering Muncul saat Hentikan Antidepresan

Mengenal Brain Zaps: Sensasi Kejut di Otak yang Sering Muncul saat Hentikan AntidepresanIlustrasi brain zaps. (Freepik)

INDOZONE.ID - Brain zaps adalah gangguan sensorik yang terasa seperti kejutan listrik di dalam otak.

Penderitanya bisa merasakan bunyi berdengung, pusing, atau bahkan seperti mati rasa sesaat selama beberapa detik.

Meski terdengar menyeramkan, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa brain zaps berbahaya atau merusak otak.

Namun, sensasi ini bisa sangat mengganggu, membuat bingung, tidak nyaman, dan mengacaukan kualitas tidur.

Brain zaps sering muncul ketika seseorang mengurangi dosis atau berhenti mengonsumsi obat tertentu, terutama antidepresan.

Baca juga: Hati-hati! Bukan Cuma Lupa, Cara Mengemudi Ternyata Bisa Ungkap Penurunan Fungsi Otak

Apa Itu Brain Zaps?

Brain zaps adalah sensasi tiba-tiba seperti kejutan di kepala yang banyak orang gambarkan sebagai sensasi sengatan listrik cepat atau dengungan samar di dalam otak.

Biasanya brain zaps bisa disertai gejala lain seperti pusing, mual, tinnitus (telinga berdenging), atau perasaan tidak terhubung dari realitas.

Hal ini berlangsung hanya beberapa detik, tetapi bisa terjadi berulang kali.

Apa Penyebab Brain Zaps?

Mengenal Brain Zaps: Sensasi Kejut di Otak yang Sering Muncul saat Hentikan AntidepresanIlustrasi brain zaps. (Foto: Freepik @kjpargeter)

Brain zaps merupakan bagian kondisi yang disebut antidepressant discontinuation syndrome atau sindrom putus obat antidepresan.

Selain brain zaps, kondisi ini juga dapat menimbulkan:

  • Gejala seperti flu
  • Gangguan tidur
  • Mual
  • Gangguan keseimbangan
  • Rasa gelisah, mudah kaget, dan mudah marah
  • Brain zaps biasanya muncul saat seseorang:
  • Mengurangi dosis antidepresan
  • Berhenti minum obat secara tiba-tiba
  • Lupa minum obat sesuai jadwal

Para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan brain zaps. Namun, gejala ini diyakini muncul karena perubahan mendadak sistem kimia di otak akibat perubahan dosis obat.

Sebuah tinjauan ilmiah tahun 2019 menemukan bahwa lebih dari setengah orang yang menghentikan atau mengurangi antidepresan mengalami gejala putus obat, termasuk brain zaps.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medicalnewstoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Brain Zaps: Sensasi Kejut di Otak yang Sering Muncul saat Hentikan Antidepresan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!