Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 04 JANUARI 2026 • 13:15 WIB

5 Kebiasaan Sehat yang Bikin Otak Tetap Awet Muda Meski Hidup dengan Nyeri Kronis

5 Kebiasaan Sehat yang Bikin Otak Tetap Awet Muda Meski Hidup dengan Nyeri Kronisilustrasi membaca buku untuk meningkatkan kemampuan otak. (pexels/bruce mars)

INDOZONE.ID - Nyeri kronis bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tapi juga berkaitan dengan kesehatan otak

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, orang yang hidup dengan nyeri berkepanjangan, cenderung mengalami penuaan otak yang lebih cepat. 

Namun, temuan terbaru mengungkapkan, kebiasaan hidup sehat dapat membantu memperlambat proses tersebut.

Suatu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Brain Communications menemukan, individu dengan nyeri kronis yang menerapkan gaya hidup sehat, memiliki usia otak yang lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka. 

Dalam beberapa kasus, perbedaan usia otak bahkan mencapai hingga delapan tahun lebih muda.

Baca juga: Dua Porsi Kacang Tanah per Hari Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia

Hubungan Nyeri Kronis dan Penuaan Otak

Seiring bertambahnya usia, risiko nyeri kronis meningkat akibat perubahan alami pada sendi, otot, dan jaringan ikat. Kondisi seperti osteoartritis dan degenerasi tulang belakang, sering menjadi pemicu utama. 

Meski tersedia berbagai pilihan terapi, proses pemulihan pada usia lanjut umumnya lebih lambat dan nyeri kerap menetap.

Dikutip dari Medical News Today, data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2023 mencatat, ada sekitar 24,3 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami nyeri kronis. 

5 Kebiasaan Sehat yang Bikin Otak Tetap Awet Muda Meski Hidup dengan Nyeri KronisTips menjaga kesehatan otak

Sekitar 8,5 persen di antaranya melaporkan nyeri yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari dan produktivitas kerja.

Selain memengaruhi kualitas hidup, nyeri kronis juga berkaitan dengan gangguan tidur, stres, hingga depresi. Pada saat yang sama, proses penuaan otak ditandai dengan perubahan struktur. 

Terlebih, adanya penyusutan area tertentu, serta perubahan materi abu-abu dan putih yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif.

Studi Menilai Gaya Hidup dan Usia Otak

Penelitian ini melibatkan lebih dari 100 orang dewasa berusia 45–85 tahun, yang dipantau selama dua tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Kebiasaan Sehat yang Bikin Otak Tetap Awet Muda Meski Hidup dengan Nyeri Kronis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!