Ilustrasi seseorang sedang menyetir mobil. (Freepik)
INDOZONE.ID - Perubahan kebiasaan mengemudi sehari-hari, ternyata dapat menjadi sinyal awal penurunan fungsi kognitif, termasuk demensia.
Sejumlah penelitian yang dikutip dari Medical News Today menunjukkan, individu dengan gangguan kognitif, memiliki risiko dua hingga lima kali lebih tinggi terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, dibandingkan orang dengan fungsi kognitif normal.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology mengungkapkan, perubahan pola mengemudi dapat diketahui lewat terekam pada vehicle datalogger atau alat pencatat data kendaraan.
Alat tersebut dapat membedakan individu dengan mild cognitive impairment (MCI), dari mereka yang tidak mengalami gangguan kognitif.
Temuan ini menunjukkan, data mengemudi berpotensi digunakan sebagai alat deteksi dini bagi individu yang berisiko mengalami gangguan kognitif atau kecelakaan lalu lintas.
Bahkan, alat ini dapat mendeteksi sebelum dilakukan pemeriksaan kognitif langsung atau pemindaian otak.
Baca juga: 6 Makanan yang Dapat Merusak Fungsi Otak, Nomor 1 Paling Sering Dikonsumsi Gen Z!
Mill Etienne, MD, profesor neurologi dan kedokteran di New York Medical College yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebutkan, perilaku mengemudi di dunia nyata ini, disebut sebagai digital biomarker yang menjanjikan.
“Perubahan halus dan bertahap dalam pola mobilitas dan mengemudi dapat membantu tenaga medis mengidentifikasi gangguan kognitif lebih awal, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan terkait keselamatan berkendara dan intervensi tepat waktu,” ujarnya dikutip dari Medical News Today.
Ilustrasi gejala alzheimer. (Unsplash/@benwhitephotography)
Gangguan mengemudi pada penderita Alzheimer, tidak hanya disebabkan oleh penurunan fungsi kognitif, tetapi juga gangguan sensorik dan motorik.
Sejumlah studi sebelumnya menunjukkan, penderita Alzheimer punya risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan akibat kesalahan sendiri.
Bahkan, penurunan kemampuan mengemudi telah terlihat sejak tahap awal demensia. Orang lanjut usia dengan MCI atau Alzheimer stadium awal, terbukti mengalami gangguan performa dalam simulasi maupun uji mengemudi di jalan raya.
Menariknya, individu yang secara kognitif masih tampak normal tetapi memiliki peningkatan biomarker Alzheimer, eperti penumpukan protein beta-amiloid di otak, juga menunjukkan performa mengemudi yang lebih buruk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today