Ilustrasi sedang mengalami fase berduka (Freepik)
INDOZONE.ID - Fase berduka (grief phase) dimulai ketika seseorang ditinggal oleh orang yang dicintai, sehingga rasanya sulit diterima begitu saja.
Pada tahap awal, banyak orang merasa nggak percaya atau seolah hal ini nggak nyata.
Perlahan, emosi lain seperti marah, sedih, atau bahkan rasa bersalah ikut muncul, membuat perasaan jadi campur aduk.
Meski begitu, tiap fase ini wajar dan sebenarnya membantu proses penyembuhan diri. Nah agar kamu lebih paham terhadap fase berduka ini, berikut penjelasannya:
Fase berduka (grief phase) yang pertama adalah denial. Denial itu kayak nggak percaya sama kenyataan yang baru aja terjadi.
Jadi, di fase ini kamu masih berharap orang yang kamu sayang bisa balik atau ini semua cuma mimpi buruk sebentar.
Apalagi kalau kalian baru aja ngobrol atau ketemu, rasanya susah banget nerima kalau dia udah nggak ada.
Fase berduka (grief phase) kedua adalah kemarahan. Perasaan kemarahan ini akan muncul setelah kamu mulai sadar sama kenyataan pahitnya.
Baca juga: Quarter Life Crisis: Fase Hidup Menuju Dewasa, Penyebab, dan Cara Menghadapinya
Marah, kesal, atau iri bisa muncul ke siapa aja, bahkan kadang ke orang yang nggak ngalamin hal sama kayak kamu. Intinya, marah itu normal, itu cara hati kamu nanggepin rasa sakit yang terpendam.
Fase berduka (grief phase) ketiga adalah bargaining atau menawar. Fase ini terjadi ketika seseorang mencoba menawar atau bernegosiasi dengan kenyataan yang ada.
Kamu mungkin berharap diberi waktu tambahan agar orang yang dicintai bisa kembali atau memohon agar kematian ditunda.
Pada tahap ini, kamu ingin mempertahankan orang tercinta dan merasa bisa mengubah keadaan melalui doa, janji, atau kesepakatan batin dengan kehidupan atau Tuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fpsi.um.ac.id