Ilustrasi pernikahan. (freepik)
INDOZONE.ID - Setiap pasangan memimpikan hubungan spesial mereka berakhir di pelaminan sebagai suami-istri.
Mayoritas dari pasangan-pasangan tersebut, berpikir pernikahan adalah akhir. Padahal, pernikahan adalah awal dari lembaran baru dalam kehidupan.
Ilustrasi pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah till jannah
Pada awal pernikahan, kamu biasanya akan merasa kehidupan dipenuhi dengan cinta. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, permasalahan akan timbul dalam rumah tangga kamu.
Selain itu, karakter pasangan yang sebelumnya belum terlihat ketika pacaran, mungkin akan membuatmu terkejut. Fenomena itu bukan tidak mungkin menimbulkan masalah.
“Pernikahan bukanlah lingkaran kesempurnaan yang berkelanjutan; melainkan tahap-tahap yang terus berkembang di mana cinta semakin dalam dengan setiap langkah,” kata Dionne Eleanor, seorang pelatih transformasional yang berpengalaman.
Baca Juga: Mengapa Banyak Wanita Merasa Kesepian dalam Pernikahan? Ini Penjelasannya
1. Bulan Madu
Setelah menikah, kamu akan memasuki fase pertama, yakni Bulan Madu. Pada tahap itu, kamu akan mengalami masa indah bersama pasangan.
Bahkan, semua perbuatan pasangan yang sejatinya menyebalkan, akan terlihat menyenangkan. Biasanya, fase ini terjadi pada tahun pertama hingga ketiga pernikahan.
Fase ini penting karena waktunya kamu dan pasangan membangun kepercayaan dan keintiman.
2. Turun ke Bumi
Fase kedua, adalah Turun ke Bumi. Pada tahapan ini, kamu akan menyadari pasanganmu adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan. Riak masalah umumnya timbul pada fase ini.
Kamu dan pasangan akan menunjukkan karakter yang sebenarnya. Ini penting karena kalian akan meletakkan fondasi dalam pernikahan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marriage.com