ilustrasi minum minuman elektrolit ( freepik)
INDOZONE.ID - Ketika tubuh kamu terasa lelah, lesu, atau kehilangan energi, bisa jadi tubuhmu sedang kekurangan elektrolit. Kondisi ini sering terjadi setelah beraktivitas padat, banyak berkeringat, atau kurang asupan cairan.
Perlu diketahui, elektrolit bukan sekadar pelengkap minuman, tetapi berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Zat ini membantu kerja otot, saraf, dan menjaga cairan tubuh tetap stabil. Jika diabaikan, tubuh bisa lebih cepat lelah dan tidak fokus.
Nah, manfaatnya tidak berhenti disitu saja. Adapun beberapa manfaat lainnya, berikut penjelasannya:
Elektrolit seperti natrium dan kalium berperan penting dalam mengatur pergerakan cairan di dalam tubuh. Keduanya membantu menyeimbangkan cairan antara sel dan aliran darah agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Saat kadar elektrolit terjaga, sel-sel tubuh dapat bekerja dengan optimal. Inilah alasan mengapa tubuh tetap terasa segar dan bertenaga, meski beraktivitas seharian.
Tanpa elektrolit yang cukup, tubuh lebih mudah lelah dan mengalami dehidrasi.
Fungsi saraf sangat bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium.
Zat-zat ini membantu menghantarkan sinyal listrik dari otak ke seluruh tubuh. Proses tersebut memungkinkan kita bergerak, berpikir, dan merespons rangsangan dengan baik.
Baca juga: Capek Terus? Ini 7 Cara Boost Energi Alami Tanpa Kopi & Minuman Energi
Jika kadar elektrolit terganggu, komunikasi antar saraf pun bisa melemah. Akibatnya, tubuh terasa kurang fokus atau tidak nyaman.
Setiap gerakan otot membutuhkan peran elektrolit, terutama kalsium, kalium, dan magnesium. Ketiganya bekerja sama agar otot dapat berkontraksi dan rileks dengan normal.
Jadi ketika tubuh kamu kekurangan elektrolit, otot bisa mengalami kram atau terasa lemas.
Kondisi ini sering muncul setelah aktivitas fisik berat atau banyak berkeringat. Menjaga asupan elektrolit membantu otot tetap kuat dan responsif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic