Ilustrasi jari kaki keram (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan jari kaki keram atau tiba-tiba berdempetan sehingga susah digerakkan?
Nah, nyeri dan keram mendadak ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat langkah terasa berat. Banyak orang mengira ini hal yang sepele, padahal ada berbagai penyebab di balik keram jari kaki.
Jadi jika kamu mengalami hal ini hampir setiap malam, mengetahui penyebabnya adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang efektif.
Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi keram jadri kaki yang bisa kamu ikuti:
Baca juga: Mengapa Betis Nyeri Setelah Lari? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Keram atau nyeri jari kaki bisa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Otot kecil di jari kaki bisa cepat lelah jika sering digunakan berulang atau berdiri lama. Hal ini bisa membuat jari kaki tiba-tiba keram atau menekuk tanpa bisa dikontrol.
Kurangnya mineral penting seperti magnesium, kalium, atau kalsium membuat otot sekitar kaki lebih mudah keram. Kondisi ini sering muncul setelah olahraga berat atau saat cuaca panas.
Tubuh yang kekurangan cairan memengaruhi kemampuan otot untuk berkontraksi dan rileks dengan normal. Akibatnya, keram jari kaki bisa muncul, terutama di malam hari.
Sepatu yang terlalu sempit atau tidak mendukung lengkung kaki bisa memaksa jari kaki menekuk. Lama-lama, hal ini bisa memicu keram kronis atau ketidaknyamanan terus-menerus.
Gangguan saraf, seperti neuropati atau kompresi saraf, bisa membuat jari kaki bergerak sendiri atau kedutan. Gejala ini sering disertai kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar.
Beberapa kondisi neurologis, seperti distonia, membuat otot jari kaki berkontraksi tanpa kontrol. Lengkungan jari kaki jenis ini biasanya lebih menetap dan perlu pemeriksaan spesialis.
Adapun beberapa cara untuk mengatasi Keram jari kaki yang bisa kamu lakukan, berikut caranya:
Baca juga: 7 Minuman Herbal untuk Nyeri Kaki Biar Kamu Makin Ringan Jalanin Hari!.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Balancehealth