INDOZONE.ID - Siapa sih yang gak suka minum segelas minuman manis dengan topping kenyal yang bikin nagih ini? Minuman boba kekinian ini memang jadi favorit banyak orang, apalagi saat cuaca panas atau butuh mood booster cepat.
Namun di balik rasanya yang lezat, boba menyimpan kandungan gula, kalori, dan kafein yang tidak bisa dianggap sepele. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman ini bisa memberi dampak serius bagi kesehatan tubuh kamu lho.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja efek yang bisa terjadi, agar kamu tetap bisa menikmati boba dengan lebih bijak. Berikut pejelasannya.
Boba memang manis dan menyenangkan, tapi di balik itu semua gula dan kalori yang ada di dalamnya sangat tinggi. Satu gelas boba bahkan bisa melampaui batas konsumsi gula harian yang dianjurkan, sehingga tubuh perlahan menyimpan lemak berlebih.
Jadi jika kamu terus konsumsi minuman ini, maka akan memicu kenaikan berat badan yang drastis atau obesitas. Tak hanya itu saja, kadar gula tinggi juga dapat merusak gigi dan memicu gigi berlubang.
Perlu kamu tahu, kalau boba terbuat dari pati singkong dengan indeks glikemik tinggi yang cepat menaikkan gula darah. Saat dikonsumsi terlalu sering, maka tubuhmu dipaksa bekerja keras mengatur kadar gula, hingga akhirnya berisiko mengalami resistensi insulin.
Baca juga: Remaja Ini Baru Sadar Menderita Diabetes Tipe 1, Usai Sering Minum Boba Tubuh Terasa Aneh
Kondisi ini merupakan pintu awal menuju diabetes tipe 2, yang sering muncul tanpa disadari. Lonjakan gula darah yang berulang juga bisa membuat tubuh cepat lelah dan mudah lapar.
Jika terus terjadi, kontrol gula darah akan terganggu dan kesehatan metabolik ikut menurun.
Di balik teksturnya yang kenyal, mutiara boba hampir tidak mengandung serat, vitamin, maupun protein yang dibutuhkan tubuh. Artinya, tubuh kamu akan menerima banyak kalori, tetapi miskin nutrisi penting untuk menjaga energi dan daya tahan.
Jika terlalu sering dikonsumsi, tubuh kamu bisa menjadi lebih mudah lelah dan metabolisme tidak bekerja optimal. Kekurangan serat juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan dan keseimbangan gula darah.
Dalam jangka panjang, pola konsumsi seperti ini bisa memicu gangguan metabolik.
Mengonsumsi boba berlebihan bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Kandungan pati tapioka yang tinggi ini dapat memicu sembelit, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman pada perut.
Baca juga: Benarkah Boba Lebih Berbahaya Dibandingkan Minuman Pemanisnya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline