ilustrasi orang mengalami sleep apnea (Freepik/DC Studio)
INDOZONE.ID - Mendengkur bukan sekadar gangguan tidur. Dalam banyak kasus, kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan pernapasan serius yang dikenal sebagai obstructive sleep apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif.
Gangguan tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama sistem kardiovaskular.
Dikutip dari Medical Daily, sleep apnea terjadi ketika saluran napas tersumbat berulang kali saat tidur, menyebabkan jeda pernapasan sementara.
Setiap kali napas terhenti, tubuh akan bereaksi dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah untuk mengembalikan kadar oksigen.
Respons stres yang terjadi berulang kali ini, jika dibiarkan, dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu irama jantung.
Baca juga: Alami Obstructive Sleep Apnea, Berikut Ini 4 Efek Bahaya Bagi Kesehatan
Berdasarkan rangkuman studi yang dipublikasikan oleh American Heart Association, sleep apnea yang tidak ditangani secara signifikan, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), fibrilasi atrium, serangan jantung, hingga stroke.
Kondisi kekurangan oksigen berulang di malam hari (hipoksia) memicu peradangan kronis, mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah, serta mengganggu fungsi metabolisme tubuh.
Ilustrasi penyakit jantung. (Freepik)
Dampaknya tidak berhenti pada penyakit jantung. Sleep apnea juga memperburuk resistensi insulin, sehingga menyulitkan pengendalian diabetes.
Penumpukan lemak di hati, dapat berlangsung lebih cepat, dan disfungsi ereksi menjadi lebih sering terjadi, akibat terganggunya aliran darah.
Sejumlah studi jangka panjang menunjukkan, penderita sleep apnea tingkat sedang hingga berat yang tidak menjalani pengobatan, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Para ahli menegaskan, diagnosis sleep apnea tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan keluhan mendengkur. Pemeriksaan objektif sangat diperlukan untuk memastikan kondisi ini.
Salah satu metode utama adalah pemeriksaan tidur semalaman atau sleep study, yang memantau pola pernapasan, kadar oksigen, aktivitas otak, serta irama jantung selama tidur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily