Ilustrasi Mengukur Tekanan Darah. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Sekarang semakin banyak orang yang punya alat ukur tekanan darah (tensimeter) sendiri di rumah. Praktis, tinggal pasang, tekan tombol, lalu keluar angka. Meski kelihatannya simpel, bukan berarti nggak bisa salah.
Tekanan darah (TD) sendiri adalah gaya dorong darah ke dinding arteri saat mengalir ke seluruh tubuh, hasilnya terdiri dari dua angka:
Karena sudah jadi rutinitas, banyak orang merasa cukup percaya diri mengukur sendiri. Padahal, menurut Dr. Pramod Tripathi yang membagikan edukasi melalui Instagram pada 18 Februari, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan.
Baca juga: Tips Mengatur Pola Tidur Selama Puasa, Bikin Tubuh Tetap Produktif
Biar hasilnya nggak salah, ini dia 10 kesalahan yang perlu kamu hindari.
Saat duduk, kaki harus menapak rata di lantai. Kalau menggantung, hasil pengukuran bisa jadi lebih tinggi dari yang seharusnya.
Kelihatannya sepele, tapi menyilangkan kaki bisa membuat tekanan darah terbaca lebih tinggi. Jadi pastikan posisi kaki santai dan sejajar.
Sebelum cek tekanan darah, sebaiknya buang air kecil dulu. Kandung kemih yang penuh bisa memengaruhi hasil pengukuran.
Duduknya jangan membungkuk atau tegang, jadi punggung sebaiknya disangga dan dalam posisi rileks supaya hasilnya lebih akurat.
Kalau pakai baju lengan panjang, sebaiknya digulung atau dilepas dulu. Jangan ada lapisan kain di antara manset dan kulit karena bisa mengganggu pembacaan.
Untuk alat pengukur tekanan darah manual (analog), selang yang terhubung ke pompa harus diarahkan ke dalam, ke arah tubuh. Posisi yang salah bisa bikin hasilnya kurang akurat.
Ini penting, karena lengan yang dipasang manset harus sejajar dengan jantung, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kalau posisinya salah, angka bisa meleset.
Mengukur tekanan darah itu bukan momen untuk cerita panjang. Duduk diam, jangan ngomong, dan jangan banyak gerak selama proses berlangsung agar hasilnya akurat.
Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Kesehatan Mulut
Teh dan kopi bisa memengaruhi tekanan darah, jadi sebaiknya beri jeda setidaknya 30 menit sebelum melakukan pemeriksaan.
Kalau habis olahraga atau lagi stres, tekanan darah bisa naik sementara. Jadi sebaiknya tunggu sampai tubuh lebih rileks sebelum mengukur.
Dr. Tripathi juga menyarankan untuk melakukan dua kali pengukuran dengan jeda lima menit, lalu ambil rata-ratanya. Cara ini membantu kamu untuk mendapatkan angka yang lebih representatif.
Ia menjelaskan, jika angka sistolik berada di atas 130 atau 140, itu bisa jadi tanda arteri semakin kaku seiring bertambahnya usia.
Sementara jika angka diastolik meningkat, bisa jadi pembuluh darah kecil mengalami penyempitan, yang berkaitan dengan faktor seperti peningkatan insulin, aktivitas sistem saraf simpatik, atau konsumsi garam berlebih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times