Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari pagi. (Poxabay/skeeze)
INDOZONE.ID - Jika kamu pernah berkunjung ke pantai-pantai populer di Indonesia seperti Bali, Lombok, atau Labuan Bajo, pemandangan turis asing berkulit putih yang berjemur di bawah terik matahari tentu bukan hal asing.
Mereka tampak santai berbaring di atas kursi pantai, membaca buku, mendengarkan musik, atau sekadar memejamkan mata menikmati hangatnya sinar mentari.
Lantas, apa sebenarnya alasan di balik kebiasaan orang bule berjemur di pantai? Apakah hanya soal estetika, atau ada faktor lain yang memengaruhi? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: 7 Cara Berjemur yang Tepat untuk Bayi, Jangan Sampai Salah!
Ilustrasi - Wanita sedang berjemur di pantai. (Freepik)
Sebagian besar turis asing yang gemar berjemur, berasal dari negara empat musim di Eropa dan Amerika Utara.
Di wilayah tersebut, musim dingin bisa berlangsung berbulan-bulan dengan suhu rendah, dan intensitas cahaya matahari yang sangat terbatas.
Pada musim gugur dan musim dingin, langit sering mendung, durasi siang lebih pendek, dan sinar matahari tidak sekuat di negara tropis.
Bahkan di beberapa negara Skandinavia, matahari hanya muncul beberapa jam saja dalam sehari saat musim dingin.
Akibatnya, momen musim panas menjadi waktu yang sangat dinantikan. Ketika cuaca mulai hangat dan matahari bersinar lebih lama, masyarakat di sana cenderung memaksimalkan aktivitas luar ruangan, termasuk berjemur.
Saat mereka berlibur ke Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan sinar matahari melimpah sepanjang tahun, pantai menjadi tempat ideal untuk “mengisi ulang” paparan sinar matahari.
Bagi mereka, matahari adalah sesuatu yang berharga dan tidak selalu tersedia setiap hari.
Berbeda dengan Indonesia, di mana matahari adalah bagian dari keseharian. Namun bagi mereka, sinar matahari adalah kemewahan musiman.
Baca juga: 10 Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari Selama 15 Menit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis