Ilustrasi keringat berlebih. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pada dasarnya, berkeringat itu hal yang wajar, karena tubuh memang punya mekanisme untuk menjaga suhu tetap stabil.
Namun jika keringat keluar terlalu sering atau terlalu banyak, bahkan saat kamu nggak lagi kepanasan atau olahraga, kondisi ini bisa disebut hiperhidrosis.
Keringat berlebih memang bisa bikin nggak nyaman, bahkan bisa membuat seseorang jadi kurang percaya diri. Nah, sebenarnya keringat berlebih itu masih normal atau justru tanda masalah kesehatan? Yuk, simak artikel berikut ini.
Baca juga: Bahaya Obesitas bagi Kesehatan, Faktor Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Ada beberapa faktor yang bisa membuat tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya.
Kalau di keluarga kamu ada yang punya masalah keringat berlebih, kemungkinan kamu juga bisa mengalaminya.
Kondisi ini biasanya disebut hiperhidrosis primer, yaitu keringat berlebih yang muncul tanpa penyebab medis tertentu.
Biasanya sudah mulai terasa sejak remaja, bahkan ada yang sejak kecil. Area tubuh yang paling sering kena biasanya telapak tangan, telapak kaki, wajah, dan ketiak.
Baca juga: Mendagri: Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Perlu Jadi Perhatian Pemerintah Daerah
Selain faktor keturunan, beberapa masalah kesehatan juga bisa bikin tubuh lebih mudah berkeringat, misalnya:
Jika keringat berlebih muncul karena kondisi medis tertentu, biasanya disebut hiperhidrosis sekunder.
Saat kamu lagi tegang, gugup, atau cemas, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin. Nah, hormon ini bisa membuat denyut jantung naik dan keringat keluar lebih banyak.
Biasanya ini terjadi saat kamu lagi presentasi di depan banyak orang, wawancara kerja, ketemu orang baru, atau berada di situasi yang membuat gugup. Keringat akibat stres biasanya muncul di telapak tangan, wajah, dan ketiak.
Percaya atau nggak, makanan juga bisa memicu keringat. Makanan pedas yang mengandung capsaicin (senyawa dalam cabai) bisa membuat tubuh merasa lebih panas, sehingga memicu keringat keluar.
Selain itu, minuman seperti kopi atau teh panas juga bisa meningkatkan suhu tubuh. Ditambah lagi kandungan kafein dan alkohol yang bisa merangsang sistem saraf.
Beberapa jenis obat ternyata punya efek samping berupa keringat berlebih. Contohnya seperti obat antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat pereda nyeri, hingga obat terapi kanker.
Jika kamu merasa keringat berlebih muncul setelah minum obat tertentu, ada baiknya konsultasi ke dokter untuk mengecek apakah obatnya perlu diganti atau disesuaikan dosisnya.
Baca juga: Intervensi Gizi Sejak Dini Dinilai Efektif Mencegah Stunting
Perubahan hormon juga bisa bikin produksi keringat meningkat. Biasanya kondisi ini terjadi saat pubertas, kehamilan, menstruasi, dan menopause.
Perubahan hormon ini memengaruhi sistem saraf yang mengatur kelenjar keringat. Meski begitu, kondisi ini umumnya masih normal, selama tidak disertai gejala lain yang mengganggu.
Jawabannya bisa normal, tapi juga bisa jadi tanda kondisi tertentu. Jika keringat muncul karena hal-hal seperti cuaca panas, olahraga, stres, atau makan pedas, itu masih termasuk normal.
Tapi kamu perlu lebih waspada jika keringat keluar tanpa sebab yang jelas, muncul saat tubuh sedang santai atau tidak beraktivitas, terjadi terlalu sering dan berlebihan, disertai gejala lain (jantung berdebar, demam, atau penurunan berat badan).
Kalau mengalami kondisi seperti itu, sebaiknya periksa ke tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lifebuoy