Ilustrasi gejala kanker usus besar. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Kanker usus merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di usus besar hingga membentuk jaringan kanker. Gejalanya dapat berupa perubahan pola buang air besar, adanya darah pada tinja, hingga rasa tidak nyaman atau nyeri di perut.
Meski terdengar serius, peluang kesembuhan kanker usus sebenarnya cukup besar jika terdeteksi sejak dini. Penanganan seperti operasi sering dilakukan dan, dalam banyak kasus, dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga sekitar 50 persen. Walau penyebab pastinya belum diketahui, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus.
Risiko kanker usus cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki usia 50 tahun. Meski begitu, bukan berarti orang yang lebih muda sepenuhnya bebas dari risiko.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kanker usus pada usia yang lebih muda juga mulai ditemukan. Selain itu, penyakit ini dilaporkan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
Sebagian kecil kasus kanker usus berkaitan dengan kondisi genetik yang diturunkan dalam keluarga. Diperkirakan sekitar lima persen kasus terjadi karena mutasi gen tertentu.
Beberapa sindrom turunan yang dapat meningkatkan risiko antara lain Lynch syndrome, Gardner syndrome, fibrosis kistik, dan Peutz-Jeghers syndrome. Kondisi ini dapat memicu perubahan jaringan di usus yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Baca juga: Tanda-tanda Kanker Usus Besar, Jangan Anggap Remeh karena Bisa Muncul di Usia Muda!
Kelebihan berat badan tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, tetapi juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker usus.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kanker usus, bahkan sebelum usia 50 tahun. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya kadar insulin yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.
Penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus. Tingginya kadar gula dan insulin dalam darah dapat memicu peradangan yang mempengaruhi pertumbuhan sel dalam tubuh. Kondisi tersebut membuat penderita diabetes perlu lebih memperhatikan kesehatan sistem pencernaan mereka.
Polip merupakan jaringan yang tumbuh secara tidak normal pada dinding usus. Meski sebagian besar bersifat jinak, beberapa jenis polip dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani.
Salah satu jenis yang sering menjadi awal kanker usus adalah polip adenoma. Semakin banyak polip yang muncul, semakin besar pula peluang berkembang menjadi kanker.
Ilustrasi kanker usus (Pixabay/JimCoote)
Gangguan pencernaan kronis seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn juga dapat meningkatkan risiko kanker usus. Peradangan yang berlangsung lama pada lapisan usus dapat memicu perubahan sel yang akhirnya berkembang menjadi kanker. Karena itu, penderita penyakit ini dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com