Ilustrasi kanker lidah (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Kanker lidah menjadi salah satu penyakit serius di area mulut yang sering tidak disadari sejak awal. Penyakit ini muncul ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di jaringan lidah. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai faktor risiko, mulai dari gaya hidup hingga infeksi virus tertentu.
Meski terdengar menakutkan, memahami penyebabnya sejak dini bisa membantu mencegah dan mendeteksi penyakit ini lebih cepat.
Kanker lidah umumnya termasuk jenis karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker yang berkembang dari sel-sel tipis yang melapisi permukaan lidah dan rongga mulut. Penyakit ini terjadi ketika sel pada jaringan lidah tumbuh secara tidak normal dan membentuk jaringan ganas.
Pada tahap awal, gejalanya sering terlihat sepele, seperti sariawan yang tidak kunjung sembuh, nyeri tenggorokan, atau luka di lidah yang terasa perih. Pertumbuhan sel abnormal ini biasanya muncul di bagian ujung atau pangkal lidah dan lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok, sering mengonsumsi alkohol, atau pernah terinfeksi virus HPV.
Baca juga: Waspadai 6 Tanda Peringatan Kanker Mulut, Mulai dari Sariawan hingga Gigi Goyang
Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lidah:
Riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko kanker lidah. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya, peluang seseorang terkena penyakit ini juga bisa lebih besar. Meski faktor genetik tidak dapat diubah, mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mendorong deteksi lebih dini.
Merokok menjadi salah satu penyebab paling umum kanker lidah karena asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak sel-sel di rongga mulut. Paparan zat karsinogen ini, baik pada perokok aktif maupun pasif, dapat memicu perubahan DNA sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker, dengan risiko yang semakin meningkat seiring lamanya kebiasaan merokok.
Konsumsi minuman beralkohol dapat merusak jaringan di rongga mulut. Saat diproses tubuh, alkohol menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan dan merusak sel-sel pada lidah. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker lidah.
Virus Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe 16 dan 18, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker di area mulut dan tenggorokan, termasuk lidah. Virus yang umumnya menular melalui kontak seksual ini dapat memicu perubahan sel abnormal jika infeksinya berlangsung lama dan tidak mampu dilawan oleh sistem kekebalan tubuh.
Ilustrasi pemeriksaan kanker lidah (Sumber: Freepik)
Kondisi gigi yang tidak rata, berkarang, atau penggunaan gigi palsu yang tidak pas dapat menyebabkan iritasi berulang pada lidah. Jika berlangsung lama, iritasi kronis ini berpotensi menimbulkan luka dan kerusakan jaringan yang dapat meningkatkan risiko kanker lidah.
Pola makan turut mempengaruhi kesehatan mulut. Kurangnya asupan buah dan sayuran yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan dapat membuat sel lebih rentan rusak. Sementara itu, konsumsi tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker.
Jarang menyikat gigi atau membersihkan lidah dapat menyebabkan penumpukan bakteri di rongga mulut yang memicu peradangan kronis dan membuat jaringan lidah lebih rentan rusak. Karena itu, menjaga kebersihan mulut secara rutin menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu menurunkan risiko kanker lidah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com